Banyak TransJ Rusak, Ahok: Juni Busnya Datang, Jadi Sabar

Masalah dan Solusi

Banyak TransJ Rusak, Ahok: Juni Busnya Datang, Jadi Sabar

- detikNews
Selasa, 14 Apr 2015 08:51 WIB
Banyak TransJ Rusak, Ahok: Juni Busnya Datang, Jadi Sabar
Jakarta - Setelah sekian lama beroperasi, bus TransJ banyak yang rusak. Para pengguna mengeluh. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta semua bersabar.

"Juni busnya akan datang, mulai Juni," kata Ahok saat ditemui di PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya No 62, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2015).

Ahok merasa dilematis. Bus-bus berkualitas bagus tidak bisa masuk ke Jakarta karena kalah tender. Tapi dengan model tender baru, saat ini bus berkualitas bisa bersaing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang kita udah berhasil masuk ke e-katalog, masuk e-katalog bus-bus itu baru bisa produksi. Mulai pengiriman Juni, jadi sabar," paparnya.

Ahok tak merinci kapan tepatnya bus akan datang dan berapa banyak bus yang akan didatangkan.

Dihubungi terpisah, Dirut PT Transportasi Jakarta Antonius Kosasih mengatakan penambahan bus dibagi berdasarkan 3 kategori, yakni pertama pengadaan bus baru secara swakelola yang berjumlah 51 unit bus gandeng dan 50 bus tingkat.

"(Pengadaan ini) menunggu keputusan APBD 2015 untuk kepastian PMP (penyertaan modal pemerintah) dan PSO (public service obligation) yang dianggarkan untuk PT Transportasi Jakarta," ucap Kosasih.

Pengadaan kedua yakni dilakukan oleh operator sebanyak 51 unit bus articulated (gandeng), 51 unit dari lelang operator, 59 ditambah 99 unit dari eks pengadaan tahun 2013.

Ketiga pengadaan bus melalui integrasi Bus Kota Terintegrasi Busway (Kopaja dan lain-lain) menjadi Operator Angkutan Pengumpan TransJakarta, sebanyak 214 unit bus sedang.

Bus TransJ diluncurkan pada tahun 2004 silam. Peremajaannya dinilai lambat. Tak heran jika saat ini kondisi bus menyedihkan. Selain cat yang mengelupas, sebagian jeroan bus sudah tidak lagi berfungsi. Ada tempat AC yang dijadikan pegangan, ada juga batu besar di dalam bus untuk mengganjal pintu otomatis yang rusak, dan lain sebagainya. Padahal bus tersebut dijadikan andalan warga menuju tempat kerja atau untuk beraktivitas lainnya.

Apakah solusi yang ditawarkan sudah cukup atau Anda punya solusi lain terkait masalah ini? Silakan berbagi ide ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.

Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.

(slm/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads