detikNews
Selasa 14 April 2015, 00:41 WIB

Asiadi Sembiring, Hakim Tegas yang Gugurkan Praperadilan Sutan Bhatoegana

- detikNews
Asiadi Sembiring, Hakim Tegas yang Gugurkan Praperadilan Sutan Bhatoegana
Jakarta - ‎Gaya bicaranya saat menjadi hakim tunggal praperadilan Sutan Bhatoegana tegas dan lugas. Begitu terdengar adu argumen antara kuasa hukum Sutan dan pihak KPK, dirinya langsung memberikan peringatan keras kepada kedua belah pihak.

"Ini pengadilan! Saya hakimnya di sini! Tolong dihormati walaupun ruang pengadilannya sederhana!‎" tegasnya sambil mengetok palu dengan keras. Semua terdiam.

Hal itu pula yang terlihat ketika dia menggugurkan praperadilan Sutan Bhatoegana dengan pertimbangan kasus tersebut telah di limpahkan ke pengadilan Tipikor. Gaya tegas dan lugasnya pula lah yang membuat kuasa hukum Sutan berang, serta berencana melaporkannya ke Komisi Yudisial.

Namanya Asiadi Sembiring. Dirinya baru saja pindah ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sejak tahun 2014.‎ Namun sepak terjangnya sebagai seorang hakim yang tegas sudah dilakukannya sejak lama.

Asiadi diketahui pernah berkarir di Pengadilan Negeri Rantau Prapat, Sumatera Utara pada 2001. Namun karirnya semakin moncer ketika tahun 2008 didapuk menjadi hakim Pengadilan Negeri Ende sekaligus menjadi wakil ketua PN Ende hingga tahun 2010.

Di Ende, pria berkumis ini pernah menangani sejumlah kasus korupsi. Di antaranya menangani kasus suap pengurusan APBD Kabupaten Ende tahun 2007. Saat itu dia memberikan vonis 1 tahun penjara serta denda Rp 60 juta kepada asisten 1 Sekda, Hendrikus Seni.

Dari Ende, karir Asiadi kian mentereng ketika Hasil Rapat Tim Promosi Mutasi (TPM) Hakim oleh MA pada 19 Oktober 2010 menugaskan dirinya ke Pengadilan Negeri Tangerang. Di sana selain menjadi hakim, Asiadi pun dipercaya menjadi kepala Humas, hingga September 2014.

Di PN Tangerang, beragam kasus pernah dia sidangkan. Yang ‎paling populer kala dirinya menjadi ketua majelis hakim untuk kasus Pesta sabu di udara yang dilakukan oleh Pilot Lion Air, M Nasri tahun 2011. Dia memvonis nasri hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta karena terbukti bersalah atas kepemilikan dan penggunaan sabu serta 4 butir ekstasi.

‎Tak hanya itu, tahun 2012 dia juga menjadi majelis hakim untuk kasus kepemilikan 358 ribu butir ekstasi dan 4,5 kilogram sabu oleh gembong narkoba WN Malaysia,Kweh Teik Choon. Tanggal 11 September 2012 Kweh divonis 20 tahun penjara, setelah sebelumnya Jaksa menuntut dengan hukuman mati.

Asiadi juga menangani kasus perbudakan terhadap 62 orang Buruh dengan terdakwa Yuki Irawan, pemilik pabrik kuali. 25 Maret 2014, Asiadi selaku ketua majelis hakim mengganjar Yuki hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Karir Asiadi semakin bagus ketika pada 3 September 2014 dirinya Dipindah ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.‎ Begitu menjabat, dirinya langsung diberi mandat untuk mengadili beberapa perkara.

Diantaranya pada Januari 2015 ini dirinya selaku anggota majelis hakim menyidang perkara penipuan sebesar Rp 53 miliar dengan terdakwa Rusmadi alias Adiyansayah bin Iwansyah.‎ Dan bulan April ini dirinya dipercaya sebagai hakim tunggal untuk memutus praperadilan Sutan Bhatoegana.

  • Asiadi Sembiring, Hakim Tegas yang Gugurkan Praperadilan Sutan Bhatoegana
  • Asiadi Sembiring, Hakim Tegas yang Gugurkan Praperadilan Sutan Bhatoegana

(rni/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com