Dijelaskan Anies, ada 3 sekolah yang gagal menjalankan UN berbasis komputer. Ketiga sekolah itu akhirnya menjalankan UN dengan sistem manual (kertas).
"Tadi kalau nggak salah ada tiga (sekolah) dari semuanya. Artinya di bawah 1 persen dari rintisan. Tidak signifikan dan yang lain berjalan lancar," kata Anies kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/4/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Papua, kira-kira lima menit sebelum (UN sistem komputer) selesai, ada mati lampu. Kira-kira itu berlangsung 3 menit, nyala lagi, dan seluruh jawabannya tersimpan. Malah ini jadi pembuktian bahwa sistem berjalan baik," sebut Anies.
Karena itu, Anies menyebut pelaksanaan UN sistem komputerisasi di hari pertama masih positif. Meski ada kendala, ini disebutnya lebih baik dari prediksi sebelumnya.
"Kita khawatir kemarin ada kendala-kendala, termasuk itu yang 3 menit mau selesai listriknya mati, nggak lama kemudian nyala. Seluruh jawaban aman. Dan anak-anak yang sempat khawatir jadi lega," imbuh Anies.
(bar/jor)











































