"3 (sekolah) akhirnya ganti kertas (batal UN berbasis komputer) karena masalah teknis," kata Anies saat diwawancarai wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/4/2015).
"Kelihatannya ada problem server di sekolah masing-masing," ucap Anies menambahkan terkait 3 sekolah yang gagal mengikuti UN berbasis komputer tersebut. Sayang ia tak merinci sekolah mana saja yang gagal ikut UN berbasis komputer itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data detikcom, ada beberapa sekolah di Indonesia yang mengalami kendala dalam melaksanakan UN berbasis komputer ini. Di SMKN 3 Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 27 siswa tidak dapat mengikuti UN karena terjadi kendala pada sistem komputer online, Senin (13/4). Para siswa tidak bisa login saat akan mengerjakan UN. Akibat peristiwa ini, para siswa terpaksa harus ikut ujian susulan pada pekan depan.
Pelaksanaan UN berbasis komputer di Pekanbaru, Riau, juga sempat mengalami kendala di 2 sekolah, yakni di SMA Cendana dan SMAN 8 Pekanbaru. Di SMA Cendana, seluruh komputer UN sempat tidak tersambung ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik). Sedangkan di SMAN 8 ada 1 komputer yang tidak tersambung. Namun masalah ini bisa teratasi.
Diketahui, dari 70 ribu lebih sekolah di Indonesia, hanya 585 sekolah yang siap melaksanakannya.
(bar/jor)











































