"Saya berhasil mengumpulkan 14 mobil," ujar Abah Landoeng, sapaan akrabnya, sewaktu berbincang bersama detikcom, di Museum KAA, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (10/4/2015).
Waktu terlibat sebagai relawan KAA 1955, Landoeng berusia 28 tahun. Profesinya guru. Landoeng muda diminta bantuan sahabat dekatnya, Soewarma, salah satu bos subdealer Mercy di Bandung. Soewarma merupakan Koordinator Transportasi KAA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Landoeng sigap menyambagi relasinya di sejumlah lokasi Kota Bandung. Niat tulusnya demi menyukseskan perhelatan internasional tersebut menuai hasil. Landoeng mampu mengumpulkan mobil merek tersohor antara lain Mercy, Dodge, Impala dan Morris.
Dia memperoleh mobil itu dari sejumlah orang di antaranya Muhammad Safak, Udin, Endang, dan Tubagus Drajat Marta. "Satu orang itu ada yang meminjamkan dua hingga tiga mobil. Semua mobil itu tidak disewa. Pemiliknya tahu kalau mobilnya akan digunakan delegasi KAA," ucap Landoeng.
Sebanyak 14 mobil hasil pencarian Landoeng itu dikumpulkan bersama ratusan mobilnya di Jalan Cikapundung. "Mobil-mobil untuk para delegasi selama empat hari di Bandung," ujarnya.
Jasa Landoeng yang bekerja tanpa pamrih patut diacungi jempol. "Saya bangga menjadi bagian sejarah KAA waktu itu," kata Landoeng.
(bbn/erd)











































