Sekretariat Jenderal DPR membuat rencana umum Pengadaan Barang dan Jasa tahun 2015. Salah satu pengadaan barang yang menarik perhatian adalah anggaran pengharum ruangan DPR selama satu tahun sebesar Rp 2,3 miliar.
Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengaku tak setuju dengan rencana yang dinilainya berlebihan. Dia kaget dengan anggaran tersebut.
"Banyak benar itu. Aku juga nggak tahu, baru tahu dari kamu. Disesuaikan saja lah. Nggak usah berlebihan," kata Masinton saat dihubungi, Senin (13/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara pribadi, ia pun berharap wacana ini dikaji kembali. "Disesuaikan dengan kebutuhan, jangan gede-gede. Nggak usah berlebihan. Itu Rp 2,3 miliar mau diwangiin bagaimana? Kita juga bingung. Sekarang yang dilihat itu kerja wangi kita, bukan parfum," tuturnya.
Sebelumnya, dalam pengadaan barang dan jasa untuk biro pemeliharaan bangunan dan instalasi DPR RI yang dilihat dari layanan pengadaan secara elektronik, Senin (13/4), total anggaran mencapai sekitar Rp 80,4 miliar.
(hat/tor)










































