Jasad korban ditemukan Senin (13/4/2015) sekitar pukul 13.15 Wita di balkon, lokasi pembuangan udara AC lantai V gedung Menara Phinisi, kampus UNM. Bermula ketika seorang pegawai melihat sosok orang seperti tertidur di lokasi tersebut, kemudian meminta sekuriti kampus untuk memeriksa.
Belakangan diketahui korban sudah meninggal dunia dengan kondisi bagian kepala dan mulut mengeluarkan darah, kedua kaki mengalami patah, pada tubuh korban membengkak dan mengeluarkan bau busuk. Saat ditemukan korban mengenakan celana pendek berwarna abu-abu, pakai jaket berwarna hitam dan memakai sendal berwarna hitam. Di dekat jasad ditemukan handphone, sementara di sakunya ditemukan dompet berisi uang ratusan ribu rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rostiati (56), ibu korban, Ashari meninggalkan rumahnya di BTN Dewi Kumalasari blok AD I No 4 Kel. Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, sejak Sabtu (11/4) sekitar pukul 03.00 Wita. Sebelumnya korban yang mendapat predikat cum laude dengan IPK 3,9 saat wisuda, mengeluhkan ijazahnya magisternya yang belum keluar sejak diwisuda Desember 2014 silam.
"Dia selalu keluhkan ijazahnya yang belum keluar, ijazahnya mau dipakai kerja. Dia pergi tanpa pamit Sabtu subuh lalu," ujar Rostiati di RS Bhayangkara.
Rostiati sebelumnya sempat melaporkan kehilangan anak pertamanya itu ke Polrestabes Makassar, pada Sabtu malam. Pencarian tidak berbuah hasil, hingga kabar penemuan korban diperoleh hari ini.
Dugaan sementara, korban meninggal akibat terjatuh dari lantai 11. Polisi masih belum memastikan bagaimana korban bisa terjatuh dari lantai tersebut, mengapa korban berada kampusnya tersebut.
(mna/rul)











































