Pemprov Riau Dinilai Lambat Atasi Kebakaran Hutan
Jumat, 11 Feb 2005 16:19 WIB
Pekanbaru - Kasus kebakaran hutan dan lahan yang terus menerus terjadi menunjukan Pemerintah Provinsi Riau tidak memiliki komitmen kuat dan serius untuk menangani kasus pembakaran lahan dan hutan di Riau."Buktinya hingga saat ini tidak satu perusahaan yang telah melakukan pembakaran hutan di Riau yang mereka seret ke pengadilan. Padahal nama-nama perusahaan yang melakukan tindakan pembakaran itu sudah di tangan Pemprov Riau," kata Direktur Tropika, Harijal Jalil kepada detikcom, Jumat (11/2/2005) di Pekanbaru.Menurutnya, kendati kini telah era reformasi, namun pola pikir pajabat di Riau masih terbawa-bawa jamannya Orde Baru. Para pejabat akan bekerja maksimal bila telah mendapat teguran dari pemerintah pusat. Sistem pemerintah seperti itu, masih melekat di pemerintahan sekarang ini. "Pemerintah daerah baru akan sibuk menangani masalah asap, apabila masalah asap santer dibicarakan pemerintah pusat. Sepanjang tidak ada teguran, Pemprov Riau akan tenang-tenang saja walau kabut asap telah menyelimuti seluruh kawasan di Riau ini. Jadi mental pejabat kita itu memang sudah bobrok," kritik Harijal Jalil. BantahDi tempat terpisah Gubernur Riau Rusli Zainal membantah bila pihaknya dianggap tidak serius atau lambat menangani masalah kebakaran hutan tersebut. Dia mengaku sudah memanggil kepala dinas terkait soal pembakaran lahan dan hutan."Barusan kita rapat dengan instansi terkait masalah asap ini. Saya sudah intruksikan kepada mereka paling lambat dalam tiga hari ini harus membuat konsep aktual soal bagaimana cara memadamkan api di lahan-lahan yang terbakar itu," kata Rusli Zainal kepada detikcom, di ruang kerjanya Jl Diponegoro, Pekanbaru.Dia menjelaskan, jauh hari pihaknya sudah berusaha untuk memadamkan titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Namun usaha itu tidak sebanding dengan luas kebakaran yang ada. Keterbatasan sarana pemadaman api membuat pananganan sedikit terlambat."Kita bukannya terlambat menangani masalah kebakaran hutan ini. Tapi jumlah personel kita serta sarana pemadaman itu sangat terbatas sekali. Sarana yang kita milik tidak sebanding dengan luas kebakaran itu," kata Rusli.Karena itu, katanya, Pemprov Riau akan bekerja sama dengan sejumlah negara lainnya yang memiliki sarana lebih baik dalam mengatasi kebakaran tersebut. Salah satu negara yang akan diajak kerjasama mengatasi kebakaran hutan itu adalah Malaysia dan Thailand."Saat ini kita harus segera melakukan kerjasama itu sebelum kebakaran hutan kian meluas. Untuk sementara kita juga akan memanfaatkan dua helikopter untuk membantu melakukan pemadaman api dari udara," katanya.
(nrl/)











































