Libatkan Warga Non Muslim dan Polisi, TNI Bangun Masjid di Perbatasan Papua

Libatkan Warga Non Muslim dan Polisi, TNI Bangun Masjid di Perbatasan Papua

- detikNews
Senin, 13 Apr 2015 16:39 WIB
Libatkan Warga Non Muslim dan Polisi, TNI Bangun Masjid di Perbatasan Papua
Masjid yang sedang dibangun (Puspen TNI)
Jakarta - Aksi sosial prajurit TNI di perbatasan Indonesia-Papua Nugini patut diapresiasi. Mereka, bekerjasama dengan Polres Keerom dan masyarakat, termasuk yang non muslim, bahu-membahu dalam pembangunan masjid Al-Amin.

Dalam rilis yang diterima detikcom dari Puspen TNI, Senin (19/4/2015) sore, prajurit TNI Batalyon Infanteri 400/Raider yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini hari ini melaksanakan karya bakti. Karya bakti itu berupa pembangunan Masjid Al-Amin di Provinsi Papua.

Mereka tak sendiri. Pekerjaan mulia itu juga dibantu jajaran Polres Keerom dan masyarakat Swakarsa Distrik Arso. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program serbuan teritorial di TNI Angkatan Darat (AD).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masjid Al-Amin merupakan salah satu masjid besar dan bertingkat di wilayah Swakarsa Distrik Arso, Papua. Masjid ini sebenarnya dibangun tahun 2002 silam. Akan tetapi, pembangunan masjid ini tidak sampai selesai, sehingga hanya dikelilingi dengan fondasi semen. Hal itu menyebabkan bangunan masjid tersebut belum terasa nyaman untuk tempat beribadah.

Makanya, kelanjutan pembangunan masjid ini dimaksudkan agar masyarakat nyaman saat beribadah.

Partisipasi semua pihak saat proses pembangunan Masjid Al-Amin sangatlah luar biasa dan penuh semangat. Masyarakat bekerja bergantian dengan anggota Satgas Yonif 400/Raider dan Polres Keerom. Bahkan para ibu rumah tangga di distrik berkumpul untuk memasakkan makanan bagi para anggota TNI, Polres Keerom, dan masyarakat sekitar yang membantu pembangunan itu.

"Keterlibatan Satgas Yonif 400/Raider dengan Polres Keerom terasa sangat membantu proses pembangunan Masjid", ujar Pak Abas salah satu warga Swakarsa Distrik Arso.

Keterlibatan masyarakat non muslim menjadi salah satu hal yang menarik. Mereka bahu-membahu bekerja sama membangun masjid. Ini menunjukkan bahwa warga Papua, khususnya di Arso sangatlah menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan tanpa mempermasalahkan SARA sedikitpun.

(bar/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini