"Adanya gesekan-gesekan dan konflik yang ada di Partai Golkar mestinya Menkum HAM harus lebih sensitif untuk melihat itu (konflik) adanya akibat dari keputusan yang diambil," ujar Idrus usai persidangan di PTUN Jakarta, Jalan Sentra Primer Baru Timur, Pulo Gebang, Jaktim, Senin (13/4/2015).
Menurutnya, keputusan yang diambil Menkum HAM tidak benar. Dia menyebut keputusan Mahkamah Partai Golkar telah dimanipulasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idrus mengaku dari awal pihaknya tetap konsisten pada penegakan hukum dan tidak pernah melanggar hukum. Lantas menurut Idrus kericuhan yang terjadi di Sumatera Utara terjadi lantaran Agung Laksono telah melanggar hukum dengan melecehkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
"Itulah yang saya sampaikan, ini sudah pelecehan terhadap putusan PTUN, rakyat yang akan menghukum mereka (kubu Agung Laksono), apakah layak orang-orang seperti ini yang melanggar hukum memimpin Partai Golkar," pungkasnya.
(tfn/imk)










































