Pengguna TransJ Yoseph Klaudius Emanuel menceritakan pengalamannya menaiki bus andalan Pemprov DKI ini. Yoseph pernah menjadi 'handle' pintu darurat TransJ yang rusak.
"Saya duduk di bangku paling belakang dan ternyata pintu darurat belakang bus tidak bisa mengunci saat ditutup," ucap Yoseph dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Senin (13/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yosep lalu memegangi pintu tersebut agar tidak terbuka. Bahkan saat dia turun "tugas" Yoseph memegang pintu itu harus dioper ke penumpang lain.
"Hal ini rupanya sudah sering terjadi karena saya lihat banyak pintu darurat yang pengunciannya memakai grendel pintu toilet. Apakah ini yang menjadi standard pengelola busway?" kata pria yang bekerja di Daan Mogot ini.
Kondisi bus rusak juga disampaikan oleh Sauson Indriarso yang merupakan pengguna TransJ Pinang Ranti-Pluit. Menurutnya bus yang lalu lalang di koridor ini banyak yang sudah tak layak jalan.
"Bus single, kondisi sudah rusak di sana-sini, bocor, suspensi yang tidak berfungsi, belum lagi AC yang hanya terdengar suaranya saja," ucap Sauson.
Menurutnya kondisi ini berbeda dengan kondisi bus dengan rute yang bersinggungan, seperti Grogol-PGC dengan fasilitas bus yang relatif baru dan gandeng sehingga lebih luas kapasitasnya.
Anda punya pengalaman lain menggunakan bus TransJ? Silakan berbagi pengalaman ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda dan foto TransJ yang ditumpangi.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/mad)










































