TPF Munir Desak Polri Lakukan Rekonstruksi Pekan Depan
Jumat, 11 Feb 2005 16:06 WIB
Jakarta -
Tim Pencari Fakta (TPF) Munir mendesak penyidik Polri agar segera melakukan rekonstruksi berdasarkan dari hasil keterangan saksi yang sudah dihimpun. Rekonstruksi harus dilakukan setidaknya pada minggu ketiga bulan Februari 2005 alias pekan depan.Penyidik Polri juga diminta agar tidak bergantung kepada pihak Garuda dalam melakukan rekonstruksi, dengan dalih perlu penyiapan pesawat maupun kru-kru Garuda yang bertugas dalam pesawat tersebut.Demikian disampaikan anggota TPF Munir, Usman Hamid yang didampingi rekan-rekannya kepada wartawan di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (11/2/2005)."Paling tidak kita minta minggu ketiga sudah dilakukan rekonstruksi. Penyidik Polri mengatakan rekonstruksi tergantung pihak Garuda untuk menyiapkan pesawat maupun krunya. Tapi kita minta penyidik Polri yang menentukan, bukan pihak Garuda," ujarnya.Menurut Usman, kalau terus menerus menunggu kesediaan pihak Garuda, maka rekonstruksi tidak akan bisa terlaksana.Diuraikan dia, rekonstruksi harus dimulai dari pada saat Munir masuk Bandara Soekarno-Hatta, ruang tunggu, boarding pass, hingga pada saat aktivis HAM itu meninggal dunia di dalam pesawat yang diduga karena diracun.Untuk persiapan rekonstruksi, lanjut Usman, TPF sudah mendalami sejumlah keterangan para saksi hingga ke Singapura. Namun pihaknya mengaku belum mengetahui kronologi peristiwa pada saat Munir tiba di Bandara Soekarno-Hatta hingga take off ke Singapura."Hal ini mungkin bisa diketahui melalui identifikasi CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Untuk itu sekarang TPF akan segera meminta pihak Angkasa Pura untuk memberikan laporan CCTV pada saat Munir berangkat ke Singapura," katanya.Dipaparkan dia, pekan lalu pihaknya sudah bertemu dengan Dirut Garuda dan beberapa kru Garuda. Sekitar 5-6 orang sudah ditemui. Rencananya setelah pertemuan tersebut, TPF akan memeriksa intensif 3 orang di antaranya dan memeriksa beberapa kru lainnya yang belum sempat diperiksa. Hasil pemeriksaan kemarin belum cukup maksimal sehingga setelah dievaluasi diperlukan verifikasi ulang.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































