Mahasiswa Indonesia Berharap Bisa Kembali Lagi ke Yaman Saat Konflik Reda

Mahasiswa Indonesia Berharap Bisa Kembali Lagi ke Yaman Saat Konflik Reda

- detikNews
Senin, 13 Apr 2015 14:14 WIB
Mahasiswa Indonesia Berharap Bisa Kembali Lagi ke Yaman Saat Konflik Reda
Jakarta - Proses pemulangan warga Indonesia dari Yaman masih terus berlangsung. Mahasiswa RI berharap bisa kembali lagi ke Yaman saat konflik di negara mereda.

"Kalau sudah tenang kondisi di sana insya Allah saya balikโ€Ž. Tapi itu belum terpikirkan, yang penting kita sekarang selamat," kata Syekh Maulana As Sufi, mahasiswa Universitas Al-Ahgaff yang sudah tiga tahun tinggal di Yaman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (13/4/2015).

Maulana mengatakan kondisi di Yaman masih tak menentu. Saat malam ada jet-jet tempur yang menggempur negara itu. "Di saat lagi fokus belajar, pikiran terganggu. Pas mau ujian, kemudian di saat itu peperangan semakin berkecamuk. Tapi Alhamdulillah kita yang di Universitas Al-Ahgaff di Hadramaut tidak apa-apa," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maulana mengatakan, kawasan Hadramaut tak terdampak konflik, namun terjadi krisis. Bahan kebutuhan hidup seperti gas dan listrik tidak ada. "Beras semua mahal," kata pria asal Pasuruan, Jawa Timur, ini.

Saat ditanya mengapa banyak mahasiswa Indonesia yang bertahan di Yaman, Maulana mengatakan para mahasiswa berpikir konflik tak akan sampai ke Yaman Selatan. "Yang berkecamuk di utara. Mereka menyangka konflik tak akan samai ke Yaman Selatan," katanya.

Maulana mendarat di Halim bersama 90 mahasiswa RI lainnya.Mereka dipulangkan ke Tanah Air menggunakan Pesawat Angkatan Udara, Indonesian Air Force A 7305, jenis Boeing 737-400.

Sejauh ini, total sudah ada 1.002 WNI yang berhasil dipulangkan dari Yaman. Sampai sekarang masih ada 793 WNI yang masih di Salalah (Oman) dan Djibouti yang siap dipulangkan.

Rencananya, malam ini maskapai AirAsiaโ€Ž akan membawa 370 orang ke Indonesia, tiba di Indonesia esok hari pukul 11.00 di Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Arab Saudi dan koalisi terus melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman. Para pemberontak Houthi yang telah menguasai Sanaa, saat ini tengah berupaya merebut kota Aden, Yaman selatan dari para milisi setempat.

(nal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads