Misteri Suara Ribut dan Pria Terakhir di Kamar 28 Bersama Deudeuh 'Tata'

Pembunuhan Wanita di Tebet

Misteri Suara Ribut dan Pria Terakhir di Kamar 28 Bersama Deudeuh 'Tata'

Septiana Ledysia, Rivki - detikNews
Senin, 13 Apr 2015 13:37 WIB
Misteri Suara Ribut dan Pria Terakhir di Kamar 28 Bersama Deudeuh Tata
Jakarta - Kamar nomor 28 di kosan pink Tebet Utara, Jakarta Selatan, menjadi saksi bisu kasus pembunuhan keji terhadap Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tata alias Mpie. Seorang pria misterius yang ribut dengan wanita cantik itu pun diburu polisi.

Lokasi kos Tata berada di kawasan Tebet Utara, tepatnya nomor 15 C. Bangunan yang didominasi warna pink itu berada di pinggir jalan. Ada sekitar 30an kamar kos yang tersebar di dua lantai. Tata sang korban, menyewa kamar di lantai dua nomor 28.

Menurut penjaga kos, Juliana, Tata sudah tinggal selama setahun di sana. Selama itu juga, banyak pria-pria yang menjadi tamunya datang. Pihak kos memang tidak melarang tamu pria. Sebab di kosan itu juga penghuninya campur, antara pria dan wanita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sini memang sering keluar masuk cowo atau cewe. Dan gak ada CCTV juga untuk mengawasi," kata Juliana.

Biaya kos Tata Rp 2 juta per bulan. Para penghuni mendapat fasilitas berupa kamar mandi di dalam, lemari pakaian, AC, tempat tidur dan TV kabel. Sebuah area parkir cukup luas juga ada di depan kosan.

Ana mengatakan, kamar di kos itu bisa saja disewa harian bila memang ada yang kosong. Bahkan warga melihat ada yang menyewanya untuk beberapa jam saja.

"Kosan itu dikenal sering buat sewa perjam. Sering keluar masuk cowok," ujar warga sekitar kosan, Dito.

Kini, kamar kos tersebut menjadi sorotan. Sebab telah terjadi tindak pidana pembunuhan di kamar Tata. Seorang pria diduga membunuh ibu satu anak itu dengan cara melilit kabel di leher hingga kehabisan nafas. Tata ditemukan tewas tanpa busana.

Para penghuni kos mendengar suara gaduh dari kamar Tata beberapa jam sebelum jenazah ditemukan. Namun saat mereka memeriksa kamar, tak ada jawaban. Rasa curiga baru muncul ketika Tata tak kunjung keluar kamar keesokan harinya.

"Ada laki-laki. Diduga kuat dia pelakunya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul.

Menurut keterangan para saksi, Jumat (10/4) malam sebelum Tata ditemukan tewas, para tetangga kosan mendengar suara seorang pria dari balik kamar Tata. Saat itu, Tata dan pria tersebut terdengar beradu mulut.

"Ada suaranya, suara laki-laki," ungkapnya.

Hingga kini, kamar 28 itu masih dipasangi garis polisi. Tak ada kegiatan apa pun dari kepolisian sejak jenazah diamankan. Suasana siang ini di lokasi masih sepi. Beberapa penghuni disebut penjaga masih kerja.

"Setiap hari memang seperti ini, kebanyakan penghuni di sini kalau siang pada kerja," ucap Juliana.

(mad/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini