Seperti bus yang terlihat dalam foto yang dikirimkan oleh Rudy Chanafi ke redaksi detikcom. Dalam foto yang diambil Jumat (10/4/2105) terlihat bagian atap bus berkarat dan terlekupas. Bahkan busa pelapisnya sudah tidak terlihat.
"Bus ini karatan bukan hanya di bagian atap, tapi di semua area," kata Rudy kepada detikcom, Senin (13/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir semua bus TransJakarta koridor 4 memiliki penampakan seperti ini. Padahal mereka melewati kedutaan-kedutaan dan kadang ditumpangi oleh warga asing," ucap Rudy kepada detikcom, Senin (13/4/2015).
Atap yang karatan ini juga terkadang suka bocor saat hujan. Akibatnya bangku untuk penumpang basah terkena tetasan air dan lantainya lincin.
Selain karatan, masalah lain yang dikeluhkan Rudy adalah AC bus yang terkadang "ngadat" sehingga penumpang kepanasan. "AC panas kaya oven," ujarnya.
Padahal menurutnya bus TrasnJ di koridor 1 sudah bagus, namun di koridor VI ini banyak bus lama yang kondisinya sudah tak layak jalan.
"Di koridor satu kita nyaman dan dingin, tapi korodor VI ini kepanasan dan sering rusak busnya," ucap Rudy.
Anda punya pengalaman lain menggunakan bus TransJ? Silakan berbagi pengalaman ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda dan foto TransJ yang ditumpangi.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/mad)











































