Puding Mengandung Pewarna Tekstil Ditemukan di Kantin Sekolah di Rawamangun

Puding Mengandung Pewarna Tekstil Ditemukan di Kantin Sekolah di Rawamangun

- detikNews
Senin, 13 Apr 2015 12:13 WIB
Puding Mengandung Pewarna Tekstil Ditemukan di Kantin Sekolah di Rawamangun
Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) DKI Jakarta bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek jajanan anak di 3 SDN di Rawamangun, Jakarta Timur. Satu makanan ditemukan positif mengandung pewarna tekstil.

Sidak dilakukan kantin-kantin yang berada di SDN 09, SDN 10, dan SDN 11 Rawamangun, Jl Pemuda No.9, Jaktim, Senin (13/4/2015).

Pemeriksaan pun juga dilakukan di kantin SMPN 74 yang berada satu kompleks dengan ketiga SD tersebut. "Kita periksa juga karena anak-anak SD jajan di kantin SMP," ujar Kepala Balai Besar POM DKI Jakarta Dewi Prawitasari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa makanan seperti gorengan, kerupuk, sate kikil, cilok, puding, minuman, nugget, dan lontong diambil samplenya lalu dites di lab mobile Balai Besar POM yang dibawa ke lokasi. Tes dilakukan untuk mengecek apakah makanan-makanan itu mengandung formalin, boraks, dan pewarna tekstil.

Dari kantin-kantin di 3 SD yang disample, tidak ada makanan berbahaya. Namun dari kantin di SMP 74, terdapat puding yang mengandung Methanil Yellow atau pewarna tekstil.

"Dari sample makanan di SD memenuhi syarat. Jajanan tahu goreng, risol isi bayam, kudapan, ada tahu yang biasanya di SD positif formalin di SD ini tidak mengandung. Namun dari kantin di SMP ada satu puding yang mengandung M-Yellow," kata Dewi.

Puding berwarna pink yang positif pewarna tekstil tersebut diantar oleh anak SD yang kritis dan meminta jajanannya dites, Faridza Mutiara Santoso. Siswa kelas 3 SD 09 Rawamangun itu mengaku puding yang ia belinya memiliki tekstur rasa aneh.

"Rasanya pahit, nggak enak makanya aku kasihin ke sini. Aku beli di kantin SMP. Udah diperiksa kata ibunya nggak sehat makanannya. Aku takut, nggak mau beli lagi" tutur siswa berumur 9 tahun yang akrab dipanggil Tiara tersebut.

Makanan yang mengandung Methanil Yellow biasanya berwarna kuning terang dan mencolok dan dapat mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal. Selain itu, menyebabkan kanker kandung kemih dan gangguan hati.

"Cirinya ngejreng, kalau bau susah jadi relatif. Misalnya tahu mengandung formalin, kalai dicium kan nggak ketahuan. Kalau kita rasakan memang tidak seperti tahu ada pahitnya," jelas Dewi.

"Untuk boraks akibat jangka pendek tidak ada nafsu makan. maunya itu aja. Gatal di kulit dan sulit disembuhkan, kerusakan hati ginjal sistem syaraf pusat otak," sambungnya.

Menurut Dewi, pemeriksaan dan pengawasan di sekolah-sekolah akan terus berlanjut dilakukan. Termasuk bagi jajanan-jajanan yang dijual oleh PKL yang biasa mangkal di depan sekolah.

(ear/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads