"Rencananya (saya) mau dimintai keterangan lagi. Tapi surat dari polisi belum ada," ujar Mardoto ketika dihubungi lewat telepon, Senin (13/4/2015).
Mardoto mengaku ikhlas dengan kematian anaknya. Namun dia belum terima dengan cara kematiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia yakin Akseyna tidak bunuh diri. Terlebih yang dia baca dia baca di media-media bahwa ada lebam di tubuh Akseyna.
"Ada 5 titik lebam, ada jeratan, dan ada batako," tuturnya.
Berdasarkan keterangan polisi, lebam yang diderita Akseyne merupakan lebam mayat. Sedangkan konblok ditemukan di tas ranselnya.
Akseyna meninggal tenggelam di Danau Balairung UI bulan lalu. Belum diketahui apakah Akseyna meninggal bunuh diri atau dibunuh.
Hasil pemeriksaan sementara, polisi menyita pesan di kamar Akseyna yang ditemukan teman Akseyna. Pesan itu ditulis di secarik kertas yang ditempel di dinding di kamar kos. Pesan tersebut dituliskan dalam berbahasa Inggris "will not return for please don't search for existence my apologies for everything eternally".
Ayah Akseyna meminta polisi jangan hanya mengambil kesimpulan dari surat wasiat yang juga dia ragukan. "Jangan ada pemaksaan kesimpulan dengan kecenderungan hanya berdasarkan surat wasiat," tutur Mardoto hari Jumat (3/4) lalu.
Polisi telah melakukan prarekonstruksi di kamar kos Akseyna. Hingga kini penyelidikan masih berlangsung.
(nik/nrl)











































