Bendahara Umum Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) masih optimistis partainya bisa ikut pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember tahun ini. Apalagi konflik di Partai Golkar saat ini tinggal menunggu putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara.
"Bagi kami, signal ketua KPU itu bukanlah pertanda kiamat. Walaupun kita belum tahu penzoliman pemerintah ini, baik terhadap Golkar maupun PPP akan berakhir sampai kapan. Golkar tidak perlu panik. Kita tunggu saja perkembangan keputusan pengadilan sampai batas waktu pendaftaran. Belanda masih jauh kok," kata Bambang Soesatyo dalam pesan singkat, Senin (13/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kondisi itu, Bambang kembali menyebut kisruh Golkar dan PPP sebetulnya lahir karena campur tangan pemerintah lewat intervensi Menkumham. Padahal kubu yang disahkan menurutnya, tak penuhi syarat selenggarakan Munas.
"Sudah menjadi rahasia umum dan terkuak secara telanjang di publik bahwa pemerintah atau penguasa telah memanfaatkan konflik internal parpol Golkar dan PPP untuk kepentinggannya sendiri. Yakni menjaga kekuasaan agar tidak terganggu, khususnya di parlemen," ujar anggota komisi III DPR itu.
(iqb/erd)











































