Adalah Misbahul Lail salah seorang penumpang setia TransJ yang berbagi cerita dengan detikcom. Dia bertutur soal panasnya kondisi di dalam bus tersebut.
"Ketika suatu hari saya naik bus TransJakarta dari Cawang Ciliwung sampai Slipi, rasanya ingin buru-buru sampai dan turun, panas dan pengap udara di dalam bus," ungkap Misbahul melalui surat elektronik kepada detikcom, Senin (13/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sungguh saat yang menyenangkan rasanya ketika pintu dibuka disetiap halte-halte pemberhentian. Sungguh rasanya AC bus tersebut tak berguna," kata Misbahul.
Terlintas sebuah ide yang muncul dalam benak Misbahul ketika itu. Andai saja bus TransJ didesain memiliki jendela yang bisa dibuka, mungkin suasana tak akan panas seperti yang dia ceritakan.
"Bus TransJ tak ada bedanya dengan Metromini dan Bajaj yang merah warnanya," pungkas Misbahul.
Anda punya pengalaman lain menggunakan bus TransJ? Silakan berbagi pengalaman ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(bpn/slm)











































