"Karena jumlah siswa dengan komputer yang ada tidak berbanding, 1 komputer 3 siswa," kata Wakil Kepala Sekolah SMA 8 Jakarta bidang Humas Waridin saat ditemui di kantornya, Jl Taman Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).
Tercatat ada 344 siswa SMA 8 Jakarta yang mengikuti UN 2015, sementara jumlah komputer hanya 80 unit. Pihak sekolah, menurut Waridin, juga mengkhawatirkan faktor eksternal yang bisa menjadi kendala terhambatnya proses ujian berbasis komputer tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau begitu, Waridin menyatakan, para siswa SMA 8 Jakarta yang mengikuti ujian tetap mengerjakan ujian Bahasa Indonesia hari ini dengan antusias. Tak ada keluhan terhadap ujian secara manual seperti UN tahun sebelumnya.
"Siswa karena sudah ditetapkan untuk ini ya mereka biasa saja. Pukul 07.00 WIB tadi sudah penuh siswa, pukul 07.30 WIN sudah mulai ujian dan tak ada yang terlambat. Sebelumnya kami dievaluasi (kesiapan UN berbasis komputer), dan kami tidak ingin mengambil resiko," ucap Waridin.
(vid/gah)











































