"Waktu di seputaran GOR Soemantri bus mogok, akhirnya kita turun di halte dan ganti bus," kata salah satu pengguna TransJ Widodo kepada detikcom, Kamis (9/4/2015).
Selain Widodo, Cahyanto yang juga pengguna setia TransJ juga pernah mengalami bus mogok. Saat itu bus tengah melaju di Jalan Otista, Jakarta Timur. Bus berwarna abu-abu yang ditumpanginya tiba-tiba mogok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Cahyanto, Hana yang biasa menumpang TransJ dari Ragunan ke Kuningan ini juga mengalami bus yang mogok di jalan.
"Beberapa bus ada yang bermasalah, kayak pernah saya berangkat pagi harus tuker armada soalnya mogok," katanya.
Hana yang sedang hamil 5 bulan itu mengaku kurang nyaman jika harus berpindah bus. Dia berharap jumlah bus di Koridor VI itu bisa ditambah atau direkondisi.
"Armadanya ditambah, selain itu harus banyak armada yang diganti karena jadi kurang nyaman. Penuh penumpang, jadi numpuk," ucapnya.
Bus yang mogok itu menurut mereka membuat para penumpang tak nyaman, apalagi jika AC di dalam bus dalam keadaan mati. Bus serasa sauna.
"Bus jurusan Pulogadung-Kalideres itu pernah AC mati, bayangin kalau penumpang pas penuh itu kan panas sekali," ucap Maria.
Maria bahkan pernah mengalami AC yang berada di atas penumpang copot. Saat itu dia sedang menumpang TransJ jurusan Harmoni-Kalideres.
"Saringan AC yang di atas itu sampai copot, debunya jatuh ke bawah. Itu kan lucu, mungkin sekrupnya copot kali ya," ujarnya.
Anda punya pengalaman lain menggunakan bus TransJ? Silakan berbagi pengalaman ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/bpn)











































