Maria pernah menjadi korban pegangan bus di bagian atas yang jebol. Kejadian itu dialaminya saat dia pulang kerja dari Harmoni ke Salemba. Kondisinya malam hari dan bus padat penumpang.
Maria memilih berdiri di bagian khusus wanita. Saat bus melaju, semua penumpang berpegangan di pegangan bus yang di bagian atas. Namun tiba-tiba besi untuk pegangan itu copot dan membuat para penumpang kaget.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain jebol, dia juga sering menemukan pegangan di bus TransJ yang melengkung dan hampir copot. "Palang pegangan TransJakarta JMT 044 terlihat kehilangan sekrupnya. Palang melengkung karena banyak yang berpegangan," katanya.
Selain itu, kurangnya pegangan di dalam bus juga membuat penumpang berpegangan di lubang AC. Angin AC yang harusnya bisa dirasakan oleh seluruh penumpang jadi terhalang oleh tangan yang berpegangan itu.
"Kalau TransJ tidak ada gantungan untuk pegangan, lubang AC pun dijadikan tempat pegangan," keluhnya.
Selain Maria, Ahmad Munzir juga mengeluhkan kondisi interior TransJ yang sudah usang dan rusak. Karyawan yang setiap hari menggunakan TranJ jurusan Harmoni-Pulogadung ini menyarankan agar segera ada peremajaan armada TransJ
"Pegangan yang di atas itu sudah pada reyot mungkin karena bus lama. Sebaiknya segera diganti atau direkondisi," ujarnya.
Anda punya pengalaman lain menggunakan bus TransJ? Silakan berbagi pengalaman ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/bpn)











































