Melalui pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Senin (13/4/2015) seorang mahasiswa bernama Syiki menjadi fasilitator dalam santap malam ini. Dia dan rekannya bernama Hendro yang sudah hampir 5 tahun berkuliah di Kazan tampak aktif memfasilitasi para delegasi pendamping Menko Sofyan Djalil.
Kazan merupakan wilayah di Rusia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Kota itu dipilih oleh rombongan Menko Sofyan karena merupakan pusat bisnis dan industri. Acara ini juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Rusia Djauhari Oratmangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan Djalil merasa terkesan dengan semangat belajar putra-putri bangsa di negeri beruang merah itu. Terlebih lagi ketika mereka berniat untuk kembali ke tanah air untuk pembangunan.
Hendro berkuliah S1 di jurusan Equipment for Oil and Gas di Kazan National Research Technological University. Di Kazan, mahasiswa Indonesia yang kuliah S1 berjumlah 5 orang, sementara S2 berjumlah 6 orang.
Syiki kemudian berkata bahwa dia akan kembali ke Indonesia setelah lulus hingga jenjang S3. "Karena kalau lanjut, saya bisa selesai S3 teknik pesawat dalam usia 27 tahun," kata dia.
Tak terasa waktu bergulir cepat ketika mereka harus berpisah. Mereka pun berpamitan seraya melambaikan tangan.
(bpn/vid)











































