Presiden SBY Tegur Ical dan Sejumlah Menteri
Jumat, 11 Feb 2005 14:12 WIB
Jakarta - Pertemuan Infrastructure Summit yang digelar Januari lalu ternyata tidak seperti yang dipikirkan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). SBY juga telah menegur sejumlah menteri yang berbeda pikiran. Salah satunya Menko Perekonomian Aburizal Bakrie alias Ical. Hal ini disampaikan presiden saat menerima ekonom Sri Edi Swasono dan Kwik Kian Gie di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/2/2005). Kedua ekonom ini dipanggil presiden untuk memberikan masukan tentang kemiskinan dan pengangguran. "Menurut presiden, Infrastructure Summit itu keliru. Harusnya pelaksanaan infarstructure summit untuk mendukung program-program pemberantas kemiskinan, bukan sebaliknya," kata Sri Edi. Menurut Sri, kalau infrastructure summit terlepas dari program bersama, yaitu pemberantasan kemiskinan dan pengangguran, maka bisa-bisa summit tersebut digunakan untuk kepentingan lain. "Bisa-bisa summit ini digunakan untuk mencari untung, karena menjadi summitnya para kontraktor," kata dia. Karena itu, kata dia, sebelum infrastructure summit digelar, seharusnya digelar dulu summit tentang kemiskinan dan pengangguran. Dengan pernyataan presiden tersebut, kata Edi, dirinya dan Kwik Kian Gie mencoba mengkonfirmasi kepada presiden mengapa apa yang disampaikan seorang menteri tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan presiden. Presiden memang mengakui adanya ketikdaksinkronan dengan sejumlah menterinya terkait dengan kebijakan pemerintah. "Terus terang beliau katakan, tegur saja mereka. Saya juga langsung menegur, apabila tidak suka dengan apa yang diomongkan," kata Sri Edi mengutip presiden. Dan saat itu, presiden mengaku sudah menegur sejumlah menteri terkait hal ini. Ketika ditanya siapa saja menteri yang sudah ditegur presiden, Sri Edi tidak mau mengungkapkannya. Namun, setelah didesak, Sri Edi menyebut nama Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. "Pak Aburizal Bakrie," kata Sri. Menurut Sri Edi, Ical ditegur terkait dengan pernyataannya tentang kenaikan harga elpiji. Beberapa waktu lalu, Ical menyatakan bagi masyarakat yang tidak mampu beli elpiji, sebaiknya tidak usah beli elpiji. Sementara itu, Kwik Kian Gie juga menyatakan, bahwa penting digelar summit tentang kemiskinan dan pengangguran. "Dan memang summit tentang kemiskinan ini digelar sebelum infrastructure summit," jelasnya.
(asy/)











































