Berdasarkan situs resmi dari Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (12/4/2015), 43 orang di antara 1.036 WNI yang telah dievakuasi tersebut telah kembali ke Tanah Air pada Sabtu (11/4) kemarin. Mereka menggunakan penerbangan QR 956 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.15 WIB.
Sementara itu, situasi di Yaman semakin memanas, khususnya di bagian barat Yaman, sekitar Kota Aden dan Sana'a. Kontak senjata semakin meluas sehingga mempersulit upaya evakuasi Tim Percepatan Evakuasi WNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim terdiri dari 48 personel yang meliputi unsur Kementerian Luar Negeri (19 orang), TNI AU (21 orang), Polri (7 orang) dan BIN (3 orang). Tim ditugaskan di Hudaydah, Tarim, Al Mukalla, Aden, Oman dan Djibouti dengan terus melakukan pendekatan ke otoritas setempat.
Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi telah menyerukan semua pihak di Yaman untuk memberlakukan jeda kemanusiaan (humanitarian pause), guna memberikan kesempatan bagi warga sipil untuk evakuasi keluar dari Yaman. Menlu Retno telah memerintahkan delegasi RI di PBB untuk mendorong Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi terkait humanitarian pause tersebut.
Walau begitu, masih terdapat sejumlah WNI yang berada di berbagai penampungan untuk menunggu evakuasi. Mereka berada di Sana'a sebanyak 58 orang, Hudaydah 37 orang, Tarim 423 orang, Mukalla 260 orang dan Aden 111 orang.
"Tentu saja situasinya sangat dinamis, sangat cair, berkembang terus sehingga jalur evakuasi kita, rencana evakuasi kita juga akan kita adjust sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lapangan," kata Menlu Retno pada 6 April lalu.
(vid/bpn)











































