Barisan Pemoeda Dukung Siapa pun yang Jadi Ketum PDIP
Jumat, 11 Feb 2005 13:55 WIB
Yogyakarta - Barisan Pemoeda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (BP PDIP) akan mendukung siapa pun yang akan menjadi ketua umum (ketum) partai dalam kongres di Bali mendatang. BP PDIP menginginkan PDIP kembali menjadi partainya wong cilik.Hal itu dikatakan oleh Koordinator BP PDIP Tunggul Manurung seusai pembukaan Musyawarah Nasional BP PDIP di Wisma Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Kaliurang Sleman, Jumat (11/2/2005)."Kami akan mendukung siapa pun nanti yang terpilih dalam kongres nanti. Asal bisa memimpin dan dapat membangun partai serta membesarkan PDIP untuk bangsa dan negara. Itu yang kami inginkan," katanya.Tunggul mengatakan, pihaknya saat ini tidak ingin terjebak kepada polemik dukung-mendukung antar kandidat menjelang kongres PDIP atau menginginkan Megawati duduk kembali sebagai ketua umum."Kami di Barisan Pemoeda tidak mau terjebak dan tak mau masuk dalam wilayah konflik agar kami tidak terseret-seret. Kalau kami sebagai pemuda ikut terseret nanti malah repot," katanya.Menurut Tunggul, BP PDIP yang didirikan sejak 13 Oktober 2004 lalu saat ini telah berdiri di 16 kabupaten/kota. Lembaga ini tersebar di DKI Jakarta, DIY, Jateng, Jabar, Jatim, Sulsel, Kaltim dan Sumbar.BP PDIP berdiri sebagai akibat kekecewaan kader-kader PDIP terhadaporang-orang yang berada di struktural partai namun tidak mampu menjalankan peranannya dengan baik. "Kami ingin mengkritisi mereka ke depan. Kami tidak akan larut dalam kekecewaan tapi ingin mengembalikan citra partai lagi," katanya.Yang akan dilakukan BP PDIP, kata Tunggul, saat ini hanya akan menawarkan konsep-konsep saja dengan tujuan agar pencitraan PDIP di masa depan lebih baik sehingga mampu memenangkan kembali di tahun 2009. "Itu yang akan kami tawarkan kepada siapa pun yang jadi kandidat di kongres PDIP mendatang," kata Tunggul didampingi ketua panitia munas Yan Kurnia.Wong CilikYan Kurnia menambahkan, siapa pun yang akan jadi ketua umum partai mendatang tidak masalah asalkan PDIP ini menjadi baik. Dengan katalain PDIP kembali ke khittahnya sebagai partainya wong cilik atau rakyat."Bukan seperti sekarang ini. Sebab kekalahan Mega dalam pilpres 2004 lalu bukan kekalahan karena lawan-lawannya hebat. Tapi karena keteledoran orang-orang yang ada di struktural partai," ujarnya.Menurut Yan, tujuan utama dalam jangka panjang, pihaknya ingin kembali memenangkan PDIP dalam tahun 2009 nanti. Namun pihaknya juga tidak akan mempersoalkan siapa pun akan memimpin PDIP mendatang."Yang penting mereka dapat membawa partai ini menjadi partai yangbenar-benar partai. Kami juga tidak ingin ada hak prerogratif lagi dalam partai sehingga partai bisa memberikan peran yang maksimal pada cabang-cabang dan daerah," katanya.
(nrl/)










































