"Kalau di Jakarta tingkatannya sudah canggih. Jakarta ini sudah gendengnya luar biasa sampai Pak Jokowi sudah marah. Tapi dia tidak di depan marahnya karena belum menjadi presiden," kata Ahok dalam diskusi di PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya no 62, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2015). Hadir juga Koordinator ICW Ade Irawan, Wali Kota Cilegon Imam Aryadi dan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.
"Jadi sejak kami masuk 2012 akhir yang di-crop sampai Rp 40 triliun. Jadi bisa dibayangkan berapa triliun yang dihabiskan, jadi tidak usah heran di Jakarta ini banyak pekerjaan belum selesai. Maka itu yang kita protes," sambung Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akar semua permasahalan itu korupsi, makanya dalam e-procurement yang terintegrasi dengan smart city. Semua dalam lelang syarat utamanya adalah transparansi. Berapa kira-kira dana yang akan digunakan sampai kisaran harga tingkatannya pun kita bisa tahu," ucap Ahok.
Ahok mencontohkan ketika membangun gedung di Pancoran yang menghabirkan dana Rp 43 miliar. Ketika itu, Ahok memanggil arsitektur dengan memberi contoh model bangunan dan ternyata hanya membutuhkan dana yang lebih sedikit.
"Misalnya dulu GOR dibangun di kecamatan di Pancoran, itu menghabiskan kira-kira Rp 43 miliar. Saya panggil arsitertur berapa kira-kira dari cetak model sekian dana yang dibutuhkan ternyata hanya Rp 35 miliar saja sudah jadi, kemudian saya panggil lagi pengusaha muda mereka yang bangun liga mahasiswa berapa kira-kira dana yang dibutuhkan untuk membuat sebuah GOR ternyata cuma Rp 17 miliar saja sudah bisa. Berapa banyak GOR kira kira bisa saya buat di setiap kecamatan dengan Rp 43 miliar, itu pun sudah menstafkan staf saya yang mengurus GOR tersebut," ungkap Ahok.
"Di Jakarta itu sudah banyak orang pintar, jadi tidak perlu lagi lah membenarkan otak. Wong dana Rp 43 miliar cuma jadi 1 GOR," gugat Ahok.
(dha/mad)











































