"Enak ya, nggak berisik. Kalau ada demo kan berisik, nggak nyaman. Jalan sedikit ada demo ini lah, itu lah, nggak nyaman banget," ucap seorang ibu rumah tangga bernama Resty (27) saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2015).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ferdi (19) yang sedang asyik berolahraga pagi. Menurutnya, aksi demo justru membuat suasana di CFD semakin sumpek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Resty maupun Ferdi menganggap wajar aksi CFD dipadati warga untuk berolahraga. Dibandingkan ramai aksi demo, keduanya merasa memang sudah seharusnya CFD digunakan untuk momentum berolahraga bagi warga Ibu Kota.
"Ramai sih wajar, namanya juga orang turun ke jalan buat olahraga," tutur Resty.
Meskipun begitu, masih banyak pula pedagang-pedagang yang banyak berjualan di sekitar lokasi CFD. Menurut Resty dan Ferdi, para pedagang itu sah-sah saja asalkan diberi tempat yang layak agar tidak merusak pemandangan.
"Bagusnya sih ditempatkan di satu area saja yang berjualan kayak di jalan deket Grand Hyatt. Walau ramai tapi yang jualan di situ saja," jelas Resty.
"Jualan di pinggir-pinggir jalan nggak apa-apa sih, kadang kan kalau haus atau nyari cemilan kan jadi nggak usah jauh-jauh," sambung Ferdi.
Agak berbeda dengan Resty dan Ferdi, Alif yang juga tengah berolahraga mengaku kesadaran buang sampah justru lebih ditekankan dibanding mengusir para pedagang tersebut. Selain itu, akan lebih baik pula apabila para pedagang itu dilokalisir di suatu area tak jauh dari lokasi CFD.
"Kalau misalnya yang jualan ditata rapi sih nggak terlalu bikin masalah. Tergantung dari kitanya juga kalau abis beli makanan dan minuman, buangnya jangan sembarangan aja," kata Alif.
(dha/mad)











































