Pembaruan PDIP Pecah, Roy dan Kwik Balik ke Mega

Pembaruan PDIP Pecah, Roy dan Kwik Balik ke Mega

- detikNews
Jumat, 11 Feb 2005 13:16 WIB
Jakarta - Suhu politik di PDIP terus meningkat menjelang kongres yang akan berlangsung 28 Maret-2 April mendatang. Koalisi pembaruan yang dimotori Arifin Panigoro terancam pecah, setelah penyokongnya balik mendukung Megawati Soekarnoputri.Koalisi pembaruan adalah koalisi yang mengusung perubahan kepemimpinan ditubuh PDIP. Koalisi ini berharap agar Megawati Soekarnoputri tidak lagi menjadi Ketua Umum PDIP dan cukup menjadi Ketua Dewan Penasehat. Sedangkan posisi ketua umum dipilih dari generasi yang lebih muda. Tokoh-tokoh yang berada dalam gerakan ini antara lain Arifin Panigoro, Roy B Janis, Sukowaluyo, Noviantika Nasution, Didi Supriyanto, Kwik Kian Gie dan lain-lain.Namun, menjelang diadakannya kongres, dua orang tokoh pilar koalisi pembaruan yakni dan Kwi Kian Gie dan Roy B Janis menyeberang mendukung Megawati Soekarnoputri. Sikap Roy mendukung Megawati disampaikan terang-terangan oleh Banteng Muda Indonesia (BMI) di mana Roy duduk sebagai Ketua Umum.Sementara Kwik Kian Gie dikabarkan hanya tak senang dengan orang-orang di sekeliling Mega, namun tetap mendukung Mega sebagai calon ketua umum mendatang.Dalam pernyataan politik yang disampaikan BMI dalam Rapimnas di Hotel Sanur Bali, Rabu-Kamis lalu, (9-10/2/2005) BMI mendukung Megawati Soekarnoputri untuk duduk kembali menjadi Ketua Umum PDIP periode 2005-2009 mendatang. Dukungan disampaikan dalam rilis yang dibagikan kepada media massa.Namun, saat ditemui wartawan di sela-sela Rapimnas, Rabu (9/2/2005), Ketua Umum BMI ini mengatakan bawah lembaga yang ia pimpin akan tetap netral. "Kita tidak mendukung siapapun untuk menjadi Ketua Umum, kita tetap akan netral," kata Roy.Kabar kuat yang beredar menyebutkan bahwa Roy kembali mendukung Megawati Soekarnoputri karena melihat masih kuatnya dukungan terhadap putri Bung Karno ini. Hasil konferdasus di berbagai daerah, Mega masih dominan mendapat dukungan untuk terpilih kembali."Kami harus realistis, berbagai hasil konfercabsus PDIP menyebut Mega sebagai calon ketua umum. Sementara nama Guruh yang diajukan oleh kubu lawan Mega gak mendapat sambutan," katanya.Lebih lanjut, sumber tersebut menyebutkan bahwa sejak awal Roy mempunyai dua target. Kalau kubu Arifin Panigoro mendapat dukungan kuat, misalnya berhasil menaikkan Sophan Sophian menjadi ketua umum, pihaknya berharap dapat duduk di Ketua Dewan Penasehat atau Ketua MPP. Namun, jika gagal, kembali mendukung kubu Megawati dan minimal berhasil meraih kursi sekjen.Lalu apa komentar Roy terhadap sikap dirinya dan BMI yang dikabarkan balik mendukung Mega dan meninggalkan kubu pembaruan. "BMI tidak akan terjebak ke dalam suatu upaya untuk dukung mendukung seseorang atau mempengaruhi kongres. BMI justru mengamankan kongres hingga berjalan dengan baik," kata Roy.Sementara Kwik Kian Gie dikabarkan belakangan sering bertemu dengan Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Kebagusan. "Saya yakin Kwik meski kritis tetap mendukung sepenuhnya Megawati. Dia sudah teruji dan terbukti sejak dulu," ujar sumber tersebut. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads