Gunung Tambora Jadi Taman Nasional, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Menhut Siti

Gunung Tambora Jadi Taman Nasional, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Menhut Siti

- detikNews
Minggu, 12 Apr 2015 00:41 WIB
Gunung Tambora Jadi Taman Nasional, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Menhut Siti
foto: Dheys/d'traveler
Dompu, - Presiden Jokowi menetapkan Kawasan Gunung Tambora menjadi taman nasional. Sejumlah langkah disiapkan oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk menunjang konservasi.

"Pesan Presiden agar dari pengukuhan Taman Nasional Tambora ini jelas yang didapat oleh masyarakat itu persisnya apa. Sebetulnya dengan menjadi taman nasional akan jelas pengelolaan peruntukannya akan seperti apa yang tetap menunjang konservasi," ujar Menhut LH Siti Nurbaya saat berbincang dengan detikcom di β€ŽDorocanga, Dompu, NTB, Sabtu (11/4/2015).

Siti mengatakan selain itu jasa pariwisata harus lebih dikembangkan. Di antaranya penjualan makanan khas, souvenir dan penginapan di jalan-jalan menuju lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perintah Presiden untuk Festival Tambora setiap tahun juga akan memberi efek ganda yang sangat bagus untuk generate atau bangkitkan ekonomi daerah. Jasa lingkungan yang lain seperti listrik mikro hidro dan tentu air bersih. Saya belum check apakah ada potensi panas bumi. Itu juga bisa kalau ada potensinya," paparnya.

Kementerian Kehutanan sendiri, lanjut Siti, akan mengembangkan sistem adopsi pohon khas asli atau endemik daerah seperti pohon kayu asli Duobanga. Pohon tersebut bisa mencapai tinggi 40 meter dan diameter sampai 120 cm dan pada umur 10 tahun bisa kira-kira 40-60 cm diameternya.

"Ini sangat baik untuk tanaman konservasi dan masyarakat mendapat insentif kerja dari hasil menanam dan merawat. Jadi banyak kegiatan yang harus disiapkan," tuturnya.

Kemenhut juga menemukan indikasi illegal logging terutama dari arah sebelah timur wilayah pantai Gunung Tambora. Kemenhut akan mengecek anatomi wilayahnya dan model illegal loggingnya seperti apa.

"Dan akan dibina menjadi hutan kemasyarakatan atau hutan desa konservasi binaan. Masih dilihat masalahnya dan kita coba kembangkan pola penangananya dalam pola perhutanan sosial," jelasnya.

Siti mengaku malam ini masih akan rapat kerja dengan jajaran UPT LHK se NTB dan Bappenas dan Dinas Provinsi NTB.

"Barusan juga saya sudah kontak Menteri Bappenas Pak Andrinof untuk mendapatkan dukungan di tahun 2016. Karena dukungan pengembangan areanya juga banyak seperti jalan sekunder yang 4 ruas ke atas di arah Dorocanga, Pancasila, Piong atau Kiore dan Kawondato'i. Jembatan, shelter, peremajaan kopi, dan lain-lain. Pak Andrinof mendukung," tutupnya.




(mpr/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads