Menyikapi itu, anggota Fraksi PPP DPR Dimyati Nata Kusumah santai. Dia menegaskan, KMP tidak pernah menolak apalagi menentang pemerintahan Jokowi-JK.
"KMP dari awal tidak menyatakan akan menolak Pak Jokowi jadi presiden. Kita dari awal mendukung Pak Jokowi," ujar Dimyati di kediaman Djan Faridz, Jl Diponegoro, Jakpus, Sabtu (11/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menekankan, pentingnya melibatkan dewan yang terdiri dari berbagai parpol untuk mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan rakyat banyak. Menurutnya, tidak bisa jika dia menjalankan roda pemerintahan seorang diri.
"Pak Jokowi harus impersonal jangan personal ada yudikatif, eksekutif dan legislatif. Harus inklusif ajak semua. Konsensus nasional ini harus dilakukan, betul-betul harus kolaborasi," terang Dimyati.
"Kita mendukung Pak Jokowi selama kedaulatan negara hukum benar-benar diperhatikan dan dijaga," tegasnya.
Sebelumnya, Jhonny meragukan manuver sikap politik KMP yang mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Dia pun menafsirkan pernyataan Megawati soal 'menikung' itu lazimnya dilakukan oleh lawan bukan kawan, sehingga wajar bila Mega mengingatkan koalisinya untuk berwaspada.
"Yang biasanya (menikung) itu lawan. Apalagi lawan yang sudah bermetamorfosis menjadi teman yang baik," ujar Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR Jhonny G Plate di Watung Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, hari ini.
(aws/fjr)











































