Agung Tetap Pertahankan Loyalis Ical Sebagai Ketua DPRD Sumut

Agung Tetap Pertahankan Loyalis Ical Sebagai Ketua DPRD Sumut

- detikNews
Sabtu, 11 Apr 2015 17:04 WIB
Agung Tetap Pertahankan Loyalis Ical Sebagai Ketua DPRD Sumut
Konsolidasi Partai Golkar versi Munas Ancol di Medan. (Jefris Santama/detikcom)
Medan - Perpecahan di tubuh Golkar menyebabkan kepengurusan 'partai beringin' itu di Sumatera Utara (Sumut) terbagi dua. Tetapi untuk posisi Ketua DPRD Sumut, kedua kubu sepakat jabatan itu tetap diduduki Ajib Shah.

Saat pidato dalam Rapat Konsolidasi Internal Partai Golkar versi Munas Ancol di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (11/4/2015), Ketua Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono menyatakan perbedaan pendapat merupakan hal biasa di Golkar.

"Kita menjunjung demokrasi, yang berbeda pendapat tidak ada masalah. Moggo, asal tidak mengganggu," kata Agung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menyatakan, kedatangannya ke Medan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas organisasi, menjalankan amanat mahkamah partai dan juga menjalankan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memerintahkan rekonsiliasi. Maka itu, kata Agung, inilah yang dia lakukan. Konsolidasi dalam upaya menyelamatkan partai. Menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) untuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di kabupaten dan kota, maupun di provinsi.

Kubu Agung sudah menetapkan Leo Nababan sebagai Plt Ketua Golkar Sumut, menggantikan Ajib Shah yang sekarang berada di kubu Aburizal Bakrie. Untuk jabatan Ketua Golkar Sumut, Ajib Shah diganti, tetapi untuk posisi Ajib sebagai Ketua DPRD Sumut, Agung menyatakan tetap dipertahankan.

"Kita selamatkan partai, selamatkan aset kita. Semua kita bersaudara. Leo Nababan saudara, Ajib Shah saudara, semua keluarga besar Golkar saudara kita. Ajib sebagai Ketua DPRD kita pertahankan," kata Agung.

Agung juga meminta agar tidak ada pemecatan-pemecatan. Konsolidasi dilakukan dari tingkat daerah melalui Musyawarah Daerah (Musda), kemudian Musda di tingkat provinsi hingga kemudian Muyawarah Nasional (Munas) pada 2016.

"Di Munas 2016, di situlah kita rekonsiliasi secara total. Riak-riak itu biasa. Kita harus terbiasa menghadapi kegoncangan," kata Agung yang sempat diteriaki pendukung Aburizal Bakrie saat berpidato.

(rul/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads