1.497 Boks Soal UN Tiba di Semarang

1.497 Boks Soal UN Tiba di Semarang

- detikNews
Sabtu, 11 Apr 2015 16:49 WIB
1.497 Boks Soal UN Tiba di Semarang
Naskah UN yang akan didistribusikan di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Berkas Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat untuk Kota Semarang, Jawa Tengah, sudah tiba dan siap didistribusikan ke sembilan rayon. Sementara itu untuk UN berbasis Computer Based Test (CBT) hanya satu sekolah yang siap.

Untuk Kota Semarang, berkas UN yang sudah tiba di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang pada Sabtu (11/4/2015) dini hari tadi berjumlah 1.497 boks. Rencananya, pada Minggu (12/4) berkas akan didistribusikan ke SMA, SMK, MA, dan SMALB di Semarang.

"Ini akan diperiksa terlebih dahulu dan besok rencananya didistribusikan ke masing-masing sekolahan," kata Ketua Pelaksana Ujian Nasional (UN) Kota Semarang Sutarto, di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, Jalan Dr. Wahidin, Sabtu siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sutarto menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian terkait keamanan berkas yang termasuk dalam dokumen negara itu walaupun kali ini UN bukan menjadi syarat kelulusan siswa. Hal itu dibuktikan dengan penjagaan oleh polisi mulai dari tempat penampungan berkas hingga distribusi nantinya.

"Di gudang ini pengamanan terus 24 jam setiap hari dibantu petugas kepolisian," katanya.

Terkait persiapan UN tingkat SMA sederajat di Kota Semarang, lanjut Sutarto, ia meyakini pihaknya sudah siap lebih dari 90 persen, tinggal pelaksanaannya. Dari seluruh sekolah di daerah itu, satu sekolah akan melaksanakan UN berbasis CBT, yaitu SMK Texmaco. Sekolah tersebut dinilai siap dibanding sembilan SMK yang diusulkan Dinas Pendidikan Kota Semarang.

"Sementara di Kota Semarang baru satu yang siap CBT, tahun depan kalau masih dilaksanakan sistem itu maka kami akan dorong semua sekolahan agar siap. Cukup sulit karena sekolah harus siap dengan sarana dan prasarananya," tukas Sutarto.

Secara terpisah, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya serius melakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya kebocoran soal. Penjagaan di gudang penyimpanan dilakukan oleh dua personel setiap shift-nya, sedangkan untuk distribusi akan dikawal enam anggota.

"Naskah UN itu dokumen negara, harus tetap dijaga. Tapi kalau sampai menjaga di kelas tentu saja tidak," tandas Djihartono.


(alg/rul)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads