Pasien DBD di RSUD Budhi Asih Jadi 51 Orang
Jumat, 11 Feb 2005 12:30 WIB
Jakarta - Jumlah pasien penderita deman berdarah dengeu (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih terus meningkat menjadi 51 orang dari 39 orang pada Rabu, lalu. Selain penderita DBD, jumlah pasien yang terkena diare juga meningkat dari enam orang menjadi 13 orang.Untuk pasien DBD, Kepala Seksi Pelayanan dr Budhiarto Oesoel kepada detikcom di RSUD Budhi Asih, Jl. Dewi Sartika, Jakarta, Jumat, (11/2/2005), mengatakan, sebagian besar terdiri dari orang dewasa, yakni 31 orang dan sisanya 20 orang diderita anak-anak. Satu penderita DBD anak-anak, Lulu yang berusia 5 tahun, warga Kampung Melayu Besar akhirnya tidak tertolong. Lulu masuk ruang perawatan pada Rabu, lalu.Untuk mencegah peningkatan jumlah penderita DBD ini, Budhiarto mengatakan, ada tiga langkah yang diambil RSUD Budhi Asih. Pertama, penyediaan obat-obatan yang akan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Kedua, tenaga medis yang dipersiapkan selama 24 jam penuh, dan ketiga, melakukan peningkatan kapasitas ruangan dengan cara mengubah ruangan kelas I atau kelas II menjadi kelas III."Jika dua hal pertama tidak mencukupi kami akan mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan DKI," kata Budhiarto.Sementara itu, Kepala Perawatan RSUD Budhi Asih Maryadi mengungkapkan, untuk menampung pasien DBD yang melonjak tajam, pihaknya telah menyiapkan 21 velbed. Dari jumlah tersebut sebanyak 12 buah telah digunakan, enam diantaranya di ruang perawatan Melati, lima ruang Dahlia dan satu ruang Teratai.Terkait dengan pasien diare yang di berbagai wilayah juga mengalami lonjakan, Budhiarto mengakui jumlah penderita diare di RSUD Budhi Asih juga meningkat tajam, dari enam pasien menjadi 13 pasien. Sebagian besar penderita diare adalah anak-anak, sedangkan penderita dewasa hanya satu orang.
(umi/)











































