Pakar Psikologi UI: Jokowi Jangan Renggang dengan PDIP dan Terbujuk KMP

Pakar Psikologi UI: Jokowi Jangan Renggang dengan PDIP dan Terbujuk KMP

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2015 16:14 WIB
Pakar Psikologi UI: Jokowi Jangan Renggang dengan PDIP dan Terbujuk KMP
Jakarta - Pakar psikologi UI Dewi Haroen mengatakan Presiden Jokowi harus memperbaiki komunikasi politik dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang sempat merenggang. Menurutnya, Jokowi harus berhati-hati dengan pihak yang berusaha menjauhkan dia dengan partai pengusungnya tersebut.

"(Pak Jokowi) engga boleh (renggang) sama sekali (dengan PDIP). Jokowi enggak sadar kalau ada kekuatan lain yang mencoba merenggangkan hubungannya dengan PDIP. Ini berbahaya kepada pemerintahan Jokowi 5 tahun ke depan," ujar Dewi usai menjadi pembicara di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (11/4/2015).

Dikatakan Dewi, sindiran dalam pidato yang disampaikan Megawati terkait ada pihak oportunis yang hendak menikung itu harus disikapi dengan hati-hati. Singkatnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu harus mampu membedakan mana kawan dan lawan dalam catur perpolitikan masa kini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini pak Jokowi harus warning, harus memperhatikan mana kawan mana lawan meskipun kita tak bisa menampik gaya komunikasi Mega yang kaku. Berarti di sini harus punya inisiatif mendekatkan kembali dengan PDIP," lanjutnya.

Tak hanya menyarankan Jokowi untuk kembali ke 'pelukan' PDIP, tetapi Dewi juga berpesan agar Jokowi tidak mudah terbujuk rayuan manis Koalisi Merah Putih (KMP) yang belakangan berbalik mendukung pemerintahannya. Sebab, itu hanya akan melemahkan posisi Jokowi ke depan.

"Jangan bujukan manis dari KMP itu membuat Jokowi lemah dan ini bahaya, karena adalagi di luar partai menyatakan Jokowi yang memimpin PDIP. Pesona bu Mega itu masih diperlukan untuk mempersatukan PDIP," tutup perempuan berhijab tersebut.

(aws/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads