Gerakan Pembaruan PDIP Bukan Ancaman Bagi Megawati
Jumat, 11 Feb 2005 12:15 WIB
Jakarta - Gerakan Pembaruan yang dideklarasikan sejumlah kader PDIP dinilai bukan merupakan ancaman bagi Megawati sebagai calon ketua umum dalam Kongres PDIP mendatang."Kongres itu jaminan kedaulatan anggota. Ini bukan seperti Pemilu yang dengan kampanye bisa mempengaruhi anggota dalam 2 bulan. Ini pemilihan ketua umum partai yang dilakukan melalui delegasi dan perwakilan," kata Fungsionaris PDIP Heri Akhmadi di Gedung DPR/MPR jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Jumat (11/2/2005).Menurut dia, tidak ada hal yang benar-benar baru yang ditawarkan oleh Gerakan Pembaruan tersebut. Semuanya sudah diakomodir dalam draft Tatib dan AD/ART yang akan dibawa ke kongres untuk disahkan."Misalnya saja mengenai formatur tidak tunggal, penghapusan hak prerogatif, dan perubahan susunan pengurus, semua sudah diusulkan," urai Heri.Dia berpendapat, Mega masih diunggulkan sebagai calon ketua umum PDIP di sebagian besar daerah, terutama Pulau Jawa. Contohnya 27 dari 31 Konfercabsus di Jawa Timur masih mencalonkan Mega sebagai ketua umum."Berarti di Jawa Timur hampir solid semua ke Mega. Kalau Jawa sudah dapat separuh, ini sudah cukup kuat. Bila mayoritas suara sudah seperti ini, pengambilan keputusan dalam kongres nanti bisa bulat," ujar Heri.Di daerah-daerah, lanjut dia, nama-nama Gerakan Pembaruan belum diusulkan sebagai calon ketua umum. Diakuinya, memang di daerah-daerah, nama seperti Kwik Kian Gie masih diusulkan sebagai pengurus. Tapi tidak ada yang mengusulkannya sebagai calon ketua umum. Begitu pula nama-nama lain di Gerakan Pembaruan.Dia menolak pendapat Gerakan Pembaruan dibutuhkan untuk mengatasi kekalahan PDIP dalam Pemilu kemarin. "Bukan itu yang dibutuhkan. Kemarin itu kekalahan manuver politik. Lagipula yang perlu diperbarui di mana? Tanya dulu tanggung jawab orang-orang itu di DPP, apa yang sudah mereka lakukan. Jangan langsung menyalahkan orang lain," tukasnya."Ke depan nanti, landscape politik akan berubah dengan Pilkada. Bila PDIP mau bertahan, yang penting harus bisa mengikuti gerakan yang diinginkan masyarakat," ujar Heri.
(sss/)











































