Pengamat UI: Jika Terjadi Deparpolisasi, Militer Bisa Ambil Alih

Pengamat UI: Jika Terjadi Deparpolisasi, Militer Bisa Ambil Alih

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2015 15:04 WIB
Pengamat UI: Jika Terjadi Deparpolisasi, Militer Bisa Ambil Alih
Jakarta - Pakar psikologi UI Dewi Haroen juga menyinggung 'penumpang gelap' yang dimaksud Megawati dalam pidatonya di Kongres PDIP, Kamis (9/4) lalu. Menurutnya, puteri pertama Soekarno itu bukan secara langsung 'menyerang' Jokowi melainkan orang-orang di luar partai yang berusaha mengambil keuntungan.

"Bu Mega ngomong itu tidak langsung (ditujukan) ke Pak Jokowi, justru kerasnya ke penumpang gelap tadi. Orang-orang yang nggak ikut partai," kata Dewi Polemik Sindotrijaya yang mengusung tema 'Penumpang Gelap di Tikungan' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2015).

Dia juga menambahkan, istilah deparpolisi yang disebutkan Megawati dalam pidatonya bisa berbahaya seandainya benar terjadi. Sebab, dengan begitu ke depannya akan meningkatkan sikap apolitis masyarakat sehingga bukan tidak mungkin kekuatan militer mengambil alih negara sebagai kemungkinan terburuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Deparpolisasi itu akan membuat rakyat makin apolitis. Ada sekelompok atau kekuatan yang menggiring dengan apatisnya masyarakat, mungkin nanti ada militer yang ambil alih. 17 Tahun kita reformasi, tidak mendapat apa-apa dari partai politik," pungkasnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba-tiba menyebut ada pihak yang melakukan gerakan deparpolisasi. Mereka ingin memisahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan partai pengusung yakni; PDI Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hati Nurani Rakyat serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Gerakan deparpolisasi, kata Megawati, selalu mengatasnamakan independensi, dan bahkan menyebut partai politik adalah beban demokrasi. Putri pertama mendiang Presiden Sukarno itu pun tak memungkiri adanya berbagai kelemahan di partai politik saat ini.

(aws/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini