Usai meresmikan dan menandatangani prasasti kampung Matematika Laladon, Sabtu (11/4/2015), Anies mengatakan bahwa untuk memberikan pendidikan yang layak bagi generasi bangsa, tak harus terpaku dengan sarana dan prasarana yang mahal.
"Pelajaran penting yang dapat diambil dari tempat ini, pertama adalah pendidikan dapat menjadi sebagai gerakan. Bukan sesuatu yang tidak mungkin, kampung ini bukti bahwa pendidikan dikerjakan sebagai sebuah gerakan inisiatif Pak Ridwan yang ditopang masyarakat," ujar Anies di hadapan warga Kampung Laladon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelajaran lain yang dapat dipetik dari keberadaan kampung matematika ini menurut Anies dapat membuktikan bahwa matematika dapat diajarkan sebagai suatu mata pelajaran yang menyenangkan. Menurutnya, apabila pelajaran dapat diajarkan secara menyenangkan, maka mata pelajaran tersebut tak akan menjadi momok menakutkan bagi para siswa.
"Ketika pelajaran menyenangkan dan tidak lagi menakutkan, orang akan suka. Sementara di tempat ini, cara mengajar dan lingkungannya menyenangkan," kata dia.
"Pelajaran penting ketiga, bahwa orangtua dan lingkungan sadar bahwa proses pendidikan itu harus dikerjakan secara terus-menerus, tidak bisa dilakukan secara sebentar. Didirikan sejam tahun 2005, sudah 14 tahun kampung ini jalan terus, anak-anak yang belajar bergantian, dan rumah belajarnya ada terus, bahkan bertambah," kata Anies.
Untuk memberikan pendidikan yang berkualitas tinggi, ternyata tidak harus berbiaya tinggi. Kampung matematika sejak berdiri telah mengirimkan 1.000 anak untuk bertarung di lomba matematika dan sains dalam dan luar negeri. Padahal, sarana dan prasarana yang disediakan jauh lebih sederhana dibandingkan fasilitas yang ada di sekolah-sekolah.
"Memang pendidikan membutuhkan biaya tapi disini biaya ditanggung ramai-ramai, biaya pendidikan di sini disumbangkan warga, dan orangtua siswa ala kadarnya, namun berhasil mencetak generasi pintar matematika," lanjut Anies.
Dirinya juga memberikan apresiasi tinggi kepada guru relawan yang bersedia mengajar dengan honor sekadarnya. Semangat untuk memberikan ilmu terbaik bagi para anak Desa Laladon, membuat mereka rela mengabdikan diri.
"Para relawan di sini adalah sarjana, namun mereka ikhlas mengajar di sini padahal mereka ketika saya tanya dibayar berapa, mereka bilang sekadarnya, seikhlasnya saja. Di sini saya merasa salut kepada Pak Ridwan dan kepada para relawan yang berhasil mengembangkan kampung Laladon," tutup Anies diiringi tepuk tangan riuh warga dan para siswa kampung matematika.
(rni/aan)











































