CSIS: Daripada Pindah Koalisi, Jokowi Harus Perbaiki Hubungan dengan PDIP

CSIS: Daripada Pindah Koalisi, Jokowi Harus Perbaiki Hubungan dengan PDIP

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2015 12:18 WIB
CSIS: Daripada Pindah Koalisi, Jokowi Harus Perbaiki Hubungan dengan PDIP
Jakarta -

Pengamat politik senior dari lembaga survei CSIS, Phillips Vermonte, menilai ada yang aneh dengan manuver KMP mendukung pemerintahan Jokowi. Dia menyarankan agar Jokowi mengutamakan pembagian kursi ke partai pendukungnya.

"Dalam hal ini hubungannya dengan PDIP konsep bagi-bagi kursi nggak apa-apa hanya untuk partai pendukung. Ini untuk mendisiplinkan orang kalau mau jadi oposisi ya oposisi," kata Phillips dalam diskusi Polemik bertajuk 'Penumpang Gelap di Tikungan' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2015).

Hal ini dikatakannya mengingat sikap KMP yang melunak secara tiba-tiba dan berbalik mendukung pemerintahan Jokowi-JK, cukup menimbulkan pertanyaan. Bagi Phillips, orang-orang seperti itu bukan hanya menyolong start di tikungan tetapi di garis finish. Apa maksudnya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang banyak yang nyolong finish. Faktanya sekarang koalisi KMP lebih banyak mendukung Pak Jokowi, support datang dari parpol oposisi pasti ada penyebab. Koalisi KMP-KIH tidak akan solid karena ada kepentingan banyak di antara mereka, mereka dibentuk bukan dalam 1 platform," urainya.

Dia bahkan menduga KMP dan KIH sengaja dibangun untuk saling melempar bola panas. Hal ini agar situasi di kancah politik terus ramai.

"Saya khawatir KIH dan KMP dibentuk dari mereka sendiri. KIH dan KMP sama-sama butuh dihembus-hembus supaya eksis terus. Contoh BBM naik tidak ada keributan, pemilihan langsung kepala daerah begitu dibahas di DPR adem saja. Itu seperti mendirikan orang-orang sawah saja," lanjut Phillips.

Namun menurutnya, hal yang paling utama dilakukan Jokowi saat ini adalah memperbaiki komunikasi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saran untuk Pak Jokowi, kalau saya diminta, saya tidak menyarankan Pak Jokowi untuk beralih koalisi. Yang harus diperbaiki hubungan Pak Jokowi dengan PDIP," pungkasnya.

(aws/tor)


Berita Terkait