Ada sebanyak 8.768 peserta didik di DKI yang akan mengikuti kejar Paket C tahun 2015 ini. Untuk wilayah Jakarta Timur ada 1.665 orang peserta didik Paket C, termasuk 45 dari 2 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) LP Cipinang.
"Mereka punya PKBM, mereka belajar. Ada 2 PKBM, yang di LP Narkotika Cipinang namanya PKBM Pandu Pelajar Mandiri ada 23 orang, LP Dewasa PKBM Mandiri 22 orang, jadi total 45," ungkap Kasudin Pendidikan Jaktim 1, Ari Budiman, dalam acara pelepasan distribusi naskah UN di SMKN 26, Jl Balai Pustaka Baru I, Rawamangun, Jaktim, Sabtu (11/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jawabannya nanti dibawa lagi ke Rayon. Nanti mereka ikut Rayon 15 yang ada di SMAN 54. Mereka kan banyak yang anak-anak sekolah ikut tawuran, atau terkena narkoba, diproses hukum. Di situ mereka ingin belajar, kita fasilitasi melalui PKBM. Lalu, PKBM mengajukan ke kami untuk ikut ujian," jelas Ari.
Menurut Ari, tak hanya narapidana berusia sekolah saja yang ikut Paket C ini. Beberapa napi yang sudah berumur juga ada yang mengikuti ujian. "Paling tua yang ikut Paket C di LP Cipinang umur 45 tahun. Ya mungkin mereka sambil menjadi warga binaan LP ingin melanjutkan pendidikan. Keluar, keluar punya ijazah," katanya.
Untuk ujian peserta didik di wilayah Jakarta Timur lainnya akan dilakukan di beberapa sekolah yaitu di SMP 225, SMP 167, SMP 20, SMP 49, dan SMP 281.
Terlepas dari UN Paket C, pemerintah saat ini sedang mencoba UN berbasis komputer atau yang disebut dengan CBT (Computer Based Test). Ada 3 SMA dan 29 SMK di DKI yang sudah siap melakukan perintisan ujian semi online tersebut, salah satunya SMK 26 Jakarta.
"Alhamdulillah persiapan sudah selesai tinggal menunggu besok Senin saja. Perangkat dan infrastruktur sudah kami siapkan. Kami sudah melakukan try out 5 kali," terang Kepala Sekolah SMK 26, Anas Rosich di lokasi.
Menurut Anas, pelaksanaan CBT di sekolahnya dilakukan secara bergantian dalam 3 gelombang dari pagi hingga sore bagi 367 peserta didiknya. Ada sekitar 125 siswa dalam sekali gelombang yang akan mengikuti CBT di 4 lab komputer di SMK 26.
"Kami wawancara sesudah try out, anak-anak ternyata lebih suka CBT daripada yang manual. Katanya lebih enak, tinggal klik aja nggak usah bulet-buletin lembar jawaban. Nggak usah khawatir yang gelombang pertama bocorin, sistem CBT kan soal tidak bisa diduga, antarteman di samping saja mungkin beda soalnya," tutur Anas.
Selain SMK 26, sekolah lain di DKI yang akan melangsungkan sistem CBT adalah SMA 70, SMA 78, SMA 30, SMK 1, SMK 27, SMK 6, SMK 22, SMK 10, SMK 51, SMK 5, SMK 26, SMK 46, SMK 48, dan SMK 50. UN sendiri akan digelar mulai Senin (12/4) hingga Rabu (14/4), dan bagi sekolah kejuruan selama 4 hari hingga Kamis (15/4).
(ear/aan)










































