Pelepasan secara simbolis dilakukan di SMKN 26 Jakarta, Jl Balai Pustaka Baru 1, Rawamangun, Pulogadung, Jaktim, Sabtu (11/4/2015). Naskah soal baru saja tiba dari percetakan yang berada di Gresik, Jatim, subuh tadi dan ditransitkan ke 5 titik lokasi Kota Adiminstrasi di Jakarta, untuk Jaktim berada di SMKN 26.
"Kami telah melakukan tahapan persiapan UN dengan cermat, yaitu mulai dari pembentukan panitia UN, sosialisasi ke media, uji coba UN tahap I dan II sampai simulasi dan pengamanan distribusi naskah UN," ungkap Arie di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di masing-masing rayon tujuan, soal akan dibuka dari box dan dipilah per mata ujian sesuai hari pelaksanaan. Setelah selesai, soal-soal akan dimasukkan ke dalam gudang yang dikunci serta mendapat penjagaan pihak kepolisian hingga UN hari terakhir berlangsung.
"Soal akan diambil oleh pihak sekolah ke rayon setiap pagi di masa ujian. Nanti yang ngambil harus kepala sekolah di rayon. Kalau hari itu sudah selesai ujiannya, nanti soal yang sudah diisi peserta didik dirapikan dan dibawa kembali ke rayon, setiap hari gitu," kata Didi di lokasi yang sama.
Untuk naskah soal bagi wilayah Kepulauan Seribu baru akan diantarkan oleh pihak Disdik DKI esok hari, Minggu (12/4), dan untuk hari ini dititipkan sementara di rayon yang berada di Jakarta Utara, tepatnya di SMAN 13. Untuk soal yang sudah diisi oleh siswa akan dipindai di 2 perguruan tinggi.
"Untuk Kepulauan Seribu kami antarkan besok pagi jam 06.00 WIB, berangkat dari Dermaga 18 Marina Ancol. Nanti sasarannya di SMK 61 Pulau Tidung, SMA 69 Pulau Pramuka, dan MAN Pulau Kelapa. Soal hari kedua dan ketiga kami titipkan di kantor polisi," jelas Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Bowo Irianto yang juga hadir dalam acara pelepasan ini.
"Seluruh jawaban peserta didik pada hari terakhir diserahkan ke pusat pemindaian. Kalau wilayah Jakbar dan Selatan di UI, untuk Jaktim, Jakpus, Jakut dan Kep Seribu di UNJ," tambahnya.
Untuk tahun 2015 ada 121.457 peserta didik SMA dan setingkatnya di DKI yang akan mengikuti UN. Termasuk di antaranya sudah menggunakan UN berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT).
Untuk SMA sebanyak 51.289 peserta didik, SMA Luar Biasa ada 69 peserta didik, dan SMK sebanyak 64.154 peserta didik. Selain itu siswa Madrasah Aliyah sebanyak 5.780 orang, dari Sekolah Menengah Teologi Kristen ada 38 peserta didik, dan peserta ujian Paket C ada 8.768 orang.
(ear/ndr)










































