Sepak terjang Adriansyah rupanya sudah tercium KPK sejak Desember 2014. Tim KPK lalu membuntuti Adriansyah selama 3 bulan dan akhirnya menangkapnya saat melakukan praktik suap di Swiss-belhotel, Sanur, Bali, pada Kamis 9 April 2013 sekitar pukul 18.45 WITA.
Di tempat itu, KPK juga mengamankan Agung Kusniadi yang diduga sebagai perantara. KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang 1.000 dollar Singapura berjumlah 40 lembar, pecahan Ro 100 ribu sebanyak 485 lembar, kemudian pecahan Rp 50 ribu jumlah 147 lembar. Uang itu dimasukkan di dalam amplop coklat dan disimpan di tas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adriansyah kini resmi berstatus sebagai tersangka dan ditahan karena diduga menerima suap dari pengusaha bernama Andrew Hidayat. Atas status Adriansyah, PDIP yang berkomitmen memberantas korupsi ini belum mengeluarkan sikap resminya.
Sekjen PDIP yang baru Hasto Kristiyanto menegaskan PDIP akan memberikan sanksi bagi Adriansyah mulai dari dipecat dari partai, tidak dapat bantuan hukum hingga dicopot sebagai anggota DPR.
Berikut 7 fakta versi KPK:
1. Diintai KPK Sejak 2014
|
|
"Setelah paparan penyidik dan penyelidik perkara tangkap tangannya seseorang inisalnya A dan AK dari paparan tadi info ke KPK sejak Desember 2014," kata Plt pimpinan KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).
Dari hasil informasi yang didapat itu, KPK terus membuntuti pergerakan Adriansyah. Akhirnya didapatkan momen saat mantan Bupati Tanah Laut, Kalsel itu tengah melakukan transaksi serah terima duit suap.
"βInfo itu ditindaklanjuti bahwa ada dugaan penyerahan uang yang diduga dilakukan oleh AH seorang pengusaha kepada A. A ini mantan Bupati Tanah Laut yang sekarang menjadi anggota DPR. Info ini kemudian berkembang, dua pekan lalu diinfokan lagi kepada penyelidik dan penyidik KPK bahwa akan ada serah terima uang tersebut, lokasi ditelusuri ada di satu hotel di Sanur Bali," jelas Johan.
Saat ditangkap, βAdriansyah tengah menerima uang dari Andrew Hidayat, pemilik PT Mitra Maju Sukses. KPK mengamankan uang dengan total lebih dari Rp 400 juta juta dengan rincian masing-masing pecahan 1000 dolar Singapura 40 lembar, uang rupiah pecahan seratus ribu 485 lembar, pecahan Rp 50 ribu berjumlah 147 lembarβ.
Ternyata, Adriansyah menerima suap sejak dia menjabat sebagai Bupati Tanah Laut. Uang itu merupakan setoran rutin yang didapat Adriansyah dari PT Mitra Maju Sukses, milik Andrew.
Setoran itu diberikan guna pemulusan Izin Usaha Pertambangan (IUP). PT MMS memang memiliki usaha pertambangan batubara di Tanah Laut.
Atasβ perbuatannya, Adriansyah dijerat dengan Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 jo Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 jo Pasal 20/2001 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Sedangkan Andrew dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 jo Pasal 20/2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
2. Dibekuk di Sanur, Bali
|
|
Pimpinan KPK Johan Budi mengatakan, Adriansyah ditangkap di sebuah hotel di Sanur-Bali bersama seorang kurir pembawa uang berinisial AK. Hal tersebut disampaikan Johan saat menggelar jumpa pers di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).
"Di hotel yang sama (dengan penangkapan A) juga ditangkap AK, ini semacam messenger lah ya," kata Johan.
"Keduanya saat itu diduga melakukan transaksi, jadi di TKP ditemukan uang dalam bentuk dollar Singapura dan juga dalam bentuk rupiah," lanjutnya.
Hingga berita ini dinaikkan, status Adriansyah dan 2 orang yang ditangkap KPK lainnya masih terperiksa. KPK akan mengumumkan status ketiganya maksimal setelah melalui pemeriksaan selama 24 jam.
3. Dollar Singapura
|
|
"Ditaruh di dalam tas, dimasukkan amplop coklat," kata Plt pimpinan KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (10/4/2015).
Rincian uang itu adalah 1.000 dollar Singapura berjumlah 40 lembar, pecahan Rp 100 ribu sebanyak 485 lembar, kemudian pecahan Rp 50 ribu jumlah 147 lembar.
"Kita dapatkan di sebuah hotel di Sanur," ujar Johan.
4. Bukan Suap Pertama
|
|
"A diduga sebagai penerima sementara AH adalah diduga sebagai pemberi, untuk kepentingan yang berkaitan dengan pengusahaan PT MMS dan atau grup di wilayah Kabupaten Tanah Laut provinsi Kalimantan Selatanβ. Ini bukan merupakan pemberian yang pertama," kata Plt pimpinan KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).
Adriansyah menerima suap sejak dia menjabat sebagai Bupati Tanah Laut, Kalsel. Uang itu merupakan setoran rutin yang didapat Adriansyah dari PT Mitra Maju Sukses, milik Andrew.
Setoran itu diberikan guna pemulusan Izin Usaha Pertambangan (IUP). PT MMS memang memiliki usaha pertambangan batubara di Tanah Laut.
β"Saat dilakukan tangkap tangan antara A dan AK didapati uang yang dirinci sebagai berikut ditaruh di tas kertas dimasukkan di amplop cokelat masing-masing pecahan 1000 dolar Singapura 40 lembar, uang rupiah pecahan Rp 100 ribu sebanyak 485 lembar, pecahan Rp 50 ribu berjumlah 147 lembar," jelas Johan.
Atasβ perbuatannya, Adriansyah dijerat dengan Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 jo Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 jo Pasal 20/2001 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Sedangkan Andrew dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 jo Pasal 20/2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
5. Izin Tambang
|
|
"Terkait IUP (Izin Usaha Pertambangan)," ujar plt pimpinan KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (10/4/2015).
Izin usaha tersebut dimohonkan oleh PT MMS di Kabupaten Tanah Laut. Seperti diketahui, Adriansyah adalah mantan Bupati Tanah Laut. Kepala daerah Kabupaten itu saat ini adalah Bambang Alamsyah yang merupakan anak kandung dari Adriansyah.
"Izin di wilayah Tanah Laut," kata Johan.
Adriansyah dikenakan Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 jo Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31/1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sedangkan Andrew Hidayat dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUH Pidana.
Tim KPK menangkap Adriansyah saat sedang bertransaksi di sebuah hotel di Sanur, Bali pada Kamis (9/4). Rincian uang itu adalah 1.000 dollar Singapura berjumlah 40 lembar, pecahan Ro 100 ribu sebanyak 485 lembar, kemudian pecahan Rp 50 ribu jumlah 147 lembar.
6. Kaitan Suap Adriansyah dengan Sang Anak Diusut
|
|
"Terkait keterkaitan dengan bupati yang sekarang masih didalami. Itu nanti akan bisa dilihat di proses penyidikan," kata Plt pimpinan KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Adriansyah diketahui telah menerima uang suap dari PT Mitra Maju Sukses sejak lama atau sejak dia masih menjabat sebagai bupati. Suap yang terungkap di Bali diduga merupakan bagian dari setoran rutin yang diterima Adriansyah.
"βSebelumnya dari keterangan yang berhasil dihimpun sebelumnya pernah dilakukan pemberian kepada A jumlahnya berapa belum ada informasi. Ini berkaitan dengan bisnis PT MMS yang salah satunya di bidang batubara," jelas Johan.
Untuk diketahui, PT MMS memang melakukan usaha penambangan batubara di Tanah Laut. Ada setoran rutin yang diberikan kepada bupati untuk memuluskan Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Atas perbuatannya, Adriansyah dijerat dengan Pasa 12 huruf b atau pasal 5 ayat 2 jo pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 11 UU 31/1999 jo pasal 20/2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHPidanaβ.
7. Mendekam di Rutan Guntur
|
|
Dari pantauan, Sabtu (11/4/2015), Adriansyah terlihat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 00.31 WIB. Adriansyah tak menjawab satu pun pertanyaan wartawan dan hanya tersenyum memamerkan sederet giginya.
"Pak sejak kapan penerimaan suapnya? Tidak minta bantuan hukum ke partai, Pak? Itu suapnya untuk anak juga? Sudah berapa kali penerimaan suapnya?" cecar wartawan yang tetap dibalas Adriansyah dengan senyuman.
Adriansyah yang telah mengenakan rompi tahanan warna oranye itu tetap berjalan menuju ke mobil tahanan. Hingga akhirnya mobil tahanan berjalan, Adriansyah tetap bungkam seribu bahasa.
Sebelumnya pengusaha Andrew Hidayat juga telah ditahan KPK. Andrew ditahan secara terpisah dari Adriansyah.
β
Adriansyah dan Andrew terjerat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilancarkan KPK pada Kamis (9/4) malam. Saat itu Adriansyah tertangkap basah menerima uang dari seorang kurir bernama Agung Krisdiyanto di sebuah hotel di Sanur, Bali.
"Untuk tersangka AH ditahan di Rutan KPK. Sementara tersangka A ditahan di Rutan Guntur," ucap Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi.
Halaman 2 dari 8











































