Ada beberapa nama pengurus PDIP yang sebelumnya masuk sebagai pengurus inti di jajaran ketua DPP PDIP. Namun, pasca Kongres di Bali tidak muncul lagi. Salahsatunya Maruarar Sirait. Apa tanggapan Maruarar?
"Tentu sebagai kader saya hormati apapun yang diputuskan Kongres Partai dan Bu Mega sebagai ketua umum dan formatur tunggal. Saya ikhlas dan saya tetap konsisten dan loyal pada ideologi partai dan perjuangan PDI Perjuangan dan mendukung pemerintahan," kata politisi yang akrab disapa Ara itu kepada detikcom, Jumat (10/4/2015).
Ara menjelaskan, βdirinya belajar dari sang ayahanda yang juga deklarator PDIP Sabam Sirait, bahwa dalam politik harus siap memimpin dan siap dipimpin. Hal itu pernah dialami oleh ayahnya saat jadi Sekjen PDI lalu dipimpin junior di periode berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ara menuturkan, dalam politik setiap kader harus belajar tentang loyalitas dan keikhlasan. βAra menilai soal jabatan di struktur partai kadang juga berarti ujian tetang loyalitas dimaksud.
"Saya loyal dan ikhlas karena sebagai kader tentu kita akan diuji kesetiaannya kepada partai," tegas ketua umum Taruna Merah Putih (TMP) sayap PDIP itu.
(iqb/van)











































