Korut Akui Punya Senjata Nuklir, Australia Resah
Jumat, 11 Feb 2005 10:40 WIB
Jakarta -
Pemerintah Australia menyatakan resah dengan klaim yang disampaikan Korea Utara (Korut) bahwa negeri itu memiliki senjata nuklir. Meskipun ada kemungkinan bahwa Korut hanya menggertak, namun situasi ini tetap saja berbahaya.Demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia, John Howard, seperti dilansir media setempat, Sydney Morning Herald, Jumat (11/2/2005)."Itu menggelisahkan. Itu pengingat negara seperti apa yang kita hadapi ini," tukas PM Howard pada Channel Nine.Pemerintah Korut untuk pertama kalinya menyatakan bahwa negaranya memiliki senjata nuklir. Negeri komunis itu juga menarik diri dari perundingan multilateral mengenai isu nuklirnya. Penolakan Korut untuk berpartisipasi dalam dialog nuklir diakibatkan oleh kecaman yang dilancarkan pejabat AS. Yakni setelah Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice menyebut Korut sebagai "pelopor tirani"."Kami ingin melakukan perundingan enam pihak, tetapi terpaksa menangguhkan partisipasi kami, untuk jangka waktu tidak terbatas," demikian siaran Kementerian Luar Negeri Korut melalui kantor berita resmi Korut, KCNA.Siaran itu sekaligus menunjukkan kemarahan Korut karena dikecam sebagai "pelopor tirani" oleh Rice. Menurut Howard, mungkin saja klaim Korut tersebut hanyalah gertakan belaka."Mungkin ada unsur gertakan. Saya tidak begitu yakin bahwa perundingan enam negara telah gagal dan kami akan memperbarui upaya-upaya kami, khususnya dengan pihak Cina dan Amerika serta Jepang untuk melihat apakah kita bisa membangun kembali pembicaraan enam kekuatan itu," ujar pemimpin negeri Kangguru itu.Namun diakui Howard bahwa situasi tersebut berbahaya. "Ini situasi yang cukup berbahaya," kata Howard. Sebelumnya, para negosiator AS-lah yang mengungkapkan bahwa pejabat-pejabat Korut secara diam-diam telah mengakui bahwa mereka memiliki senjata nuklir. Dan bahkan mungkin telah menguji cobanya. Namun statemen Kementerian Luar Negeri Korut kali ini merupakan klaim pertama yang datang langsung dari media resmi negeri itu bahwa mereka mempunyai senjata nuklir.
(ita/)










































