"Waktu itu kalau Gerindra sih ditusuk dari depan," kata Fadli Zon setengah berkelakar kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Ungkapan Fadli itu merujuk pada pengingkaran perjanjian batu tulis di Bogor yang sempat ramai antara PDIP dan Gerindra, kesekapatan itu versi Gerindra bahwa PDIP akan mendukung Gerindra di pemilu 2014. Nyatanya tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu harus ditanya siapa?" ucap pimpinan DPR itu.
Fadli lalu bicara soal isu reshuffle yang sebagian pihak juga mengaitkannya dengan pidato Mega, terutama mereka yang disebut menggerakkan upaya 'deparpolisasi'. Salahsatunya diindikasikan dengan upaya memisahkan Jokowi dengan PDIP.
"Menurut saya reshuffle harus dianggap. Sebagai proses biasa saja, kan ada evaluasi. Kalau kinerjanya bagus dipertahankan, kalau buruk dan rugikan kepentingan nasional harus dilantik untuk selamatkan pemerintahan," ujar Fadli.
"Kalau pemerintah perform governmentnya bagus, yang diuntungkan rakyat. Jadi kami sangat berkepentingan pemerintahan bisa berhasil perbaiki kehidupan rakyat, bukan persulit kehidupan rakyat," tegasnya.
(iqb/erd)











































