Dukungan Masyarakat Rendah, Warga Bima Paling Rentan Stres

Dukungan Masyarakat Rendah, Warga Bima Paling Rentan Stres

- detikNews
Jumat, 10 Apr 2015 15:41 WIB
Dukungan Masyarakat Rendah, Warga Bima Paling Rentan Stres
Bima - Bima merupakan kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang paling tinggi tingkat gangguan jiwanya. Banyak dari mereka yang memasung anggota keluarganya jika mengalami gangguan jiwa.

Menurut Perwira Kesehatan Tim Ekspedisi NKRI 2015 Koridor Kepulauan Nusa Tenggara, Kapten Amang Iswanto, banyak faktor yang menyebabkan warga Bima mengalami gangguan jiwa. Di antaranya adalah faktor keturunan, ekonomi, gagal panen dan magic.

"Di sini orang gagal panen saja bisa stres. Unsur magic juga masih kuat," kata Amang di Poskotis Subkorwil 4/Bima, Desa Panda, NTB, Jumat (10/4/2015).

Rata-rata warga yang mengalami gangguan jiwa adalah usia yang masih sangat produktif, yaitu usia SMA dan mahasiswa. Ada juga anak-anak yang telah mengalami gangguan jiwa sejak kecil.

"Masalahnya biasanya sepele. Contoh kasus, ada lulusan S1, setelah lulus nggak langsung dapat kerja. Lalu dia stres," ungkapnya.

Menurut Amang, pasien gangguan jiwa ini dapat sembuh dan beraktifitas normal kembali. Namun mereka harus mengkonsumsi obat rutin dalam waktu yang tidak terbatas.

"Dukungan lingkungan juga penting. Tetapi masalahnya masyarakat di sini tidak mendukung," ujarnya.

Menurut Amang, masyarakat Bima masih menjaga jarak dengan pasien yang baru keluar dari RSJ. Padahal mereka sudah tidak mengalami gangguan jiwa lagi.

"Masih sering dilempari batu. Padahal, dia sudah normal. Itu bisa menyebabkan dia stres lagi," tuturnya.

Oleh karena itu, Amang berharap dengan adanya penyuluhan dari Tim Ekspedisi, respons masyarakat lebih positif. Dengan demikian, program Bima bebas pasung 2018 dapat terwujud.

(kff/aan)


Berita Terkait