Di Balik Kisah Minuman Presiden SBY yang Diduga Beracun
Jumat, 11 Feb 2005 10:35 WIB
Jakarta -
Sejak pejuang HAM Munir yang meninggal dengan dugaan diracun, membuat banyak orang khawatir terhadap makanan dan minuman yang akan disantap. Kekhawatiran ini juga menghinggapi presiden dan wakil presiden kita.Tercatat, dua kali kasus makanan dan minuman yang diduga mengandung unsur zat beracun disuguhkan kepada presiden dan wakil presiden. Kasus pertama saat Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Munas Golkar, 15 Desember 2004 lalu di Hotel Intercontinental, Bali. Paspamres menemukan soto yang akan dihidangkan ke Kalla mengandung racun. Setetelah diteliti puslabfor, ternyata hanya mengandung 0,01 ml arsenik. Sementara, kandungan arsenik untuk Munir mencapai 400 ml.Kasus kedua, khalayak dihebohkan lagi dengan kasus teh beracun yang akan disuguhkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jumat ( 4/2/2005) lalu. Berita yang dilansir media massa Senin lalu menyebutkan bahwa Mabes Polri tengah memeriksa teh kiriman dari Istana Presiden yang diduga beracun. Selain memeriksa minuman, juga menahan seseorang, namun tak ada keterangan jelas siapa yang ditahan.Baru belakangan kasus "teh beracun" menemui titik terang. Diawali dari pernyataan Kapolri Jenderal Dai Bachtiar bahwa tak ada racun dalam minuman presiden, karena setelah diteliti hanya terdapat gula dalam minuman presiden.Keterangan lebih rinci lagi disampaikan sumber <>detikcom dari Istana Presiden, Jumat (11/2/2005). Kejadian berawal dari gurauan sesama pramusaji Istana Presiden yang setiap hari menyiapkan makanan dan minuman bagi presiden dan keluarganya. Hari itu, 6 orang pramusaji yang dipimpin oleh Agung seperti biasa menyiapkan makanan dan minuman. Salah satu minuman yang disiapkan adalah air putih dalam kemasan botol equil. Minuman ini sudah menjadi menu sehari-hari bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Agung dan kawan-kawan sebelumnya menjadi pramusaji di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan. Namun semenjak Presiden SBY bertempat tinggal di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, ia dan kawan-kawannya diperbantukan ke sana.Masih menurut sumber detikcom, sudah menjadi kebiasaan sesama mereka "guyon" saat berada di dapur. Tak diketahui secara pasti siapa, salah satu dari mereka ada yang memasukkan gula batu ke dalam salah satu minuman equil yang akan disajikan. Singkat cerita, minuman itu ternyata lolos dan sampai ke tangan presiden. "Kemudian di minum oleh Pak Susilo Bambang Yudhoyono. Kira-kira Presiden setelah meminum bilang, lho ini kok aneh minumannya. Tolong diperiksa," tuturnya.Akhirnya minuman equil dengan rasa manis itu diambil oleh paspamres dan diserahkan ke Mabes Polri. Bersama dengan penyerahan barang bukti minuman, 6 orang pramusaji dibawah pimpinan Agung juga dibawa ke Mabes untuk diperiksa. "Kabarnya sampai sekarang masih diperiksa," kata sumber tersebut.
(jon/)










































