Ucapan Prihatin Komisi IV untuk Adriansyah yang Ditangkap KPK

Ucapan Prihatin Komisi IV untuk Adriansyah yang Ditangkap KPK

M Iqbal - detikNews
Jumat, 10 Apr 2015 14:07 WIB
Ucapan Prihatin Komisi IV untuk Adriansyah yang Ditangkap KPK
Foto: dpr.go.id
Jakarta - Rekan-rekan Adriansyah ‎di Komisi IV yang membidangi masalah lingkungan hidup, pertanian, pangan dan maritim angkat bicara menyusul tertangkapnya politikus PDIP itu di Bali. Penangkapan Adriansyah membuat anggota Komisi IV terkejut.

"Baik-baik, saya lihat orangnya santun. Kaget saja kalau tiba-tiba berkaitan dengan (Adriansyah) ini)," kata Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron saat dihubungi, Jumat (10/4/2015).

Sebagai pimpinan, Herman menilai Adriansyah cukup aktif hadir atau terlibat diskusi di rapat-rapat Komisi IV, sama seperti anggota lainnya. Tak ada yang mencolok dari Adriansyah karena memang baru periode ini jadi anggota DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini pukulan betul, mudah-mudahan beliau tabah," ujar Politikus Demokrat itu.

Senada dengan Herman, Wakil Ketua Komisi IV Viva Yoga Mauladi mengaku ikut terkejut dengan penangkapan rekannya di Komisi IV DPR itu. Adriansyah dikenal biasa-biasa saja di komisi.

"Saya kaget. Ini Adriansyah yang mana? Saya cek ke Sekretariat Komisi IV, Adriansyah PDIP itu yang Bupati Tanah Laut? Iya pak. Saya sampaikan, saya turut prihatin semoga Pak Adriansyah diberi kesehatan dan kekuatan menghadapi," kata Viva Yoga dihubungi terpisah.

"Sama seperti anggota-anggota lain kan ikut rapat juga. Kadang-kadang memberikan pendapat, tidak ada yang mencolok. Biasa saja, sama seperti anggota yang lain," imbuh politisi PAN itu.

Soal kasusnya, Viva tak mengetahui secara detail karena belum diumumkan lengkap oleh KPK termasuk soal statusnya yang masih akan ditentukan KPK dalam 24 jam ke depan.

"Dia lebih banyak mendengar. Dia santun. Dia kan baru pertama kali jadi anggota DPR. Sebelumnya kan dia Bupati dua periode. 2003-2008. 2008-2013. Sekarang anaknya yang jadi Bupati," ucapnya.‎

Adriansyah tertangkap tangan penyidik KPK sedang melakukan transaksi dengan barang bukti uang dollar dan rupiah bersama seseorang diduga perantara di sebuah hotel di Sanur, Bali, pada Kamis (9/4) kemarin. Saat ini masih dalam pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta.

(iqb/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini