Ini Para Pejabat yang Bunuh Diri karena Terjerat Korupsi

Ini Para Pejabat yang Bunuh Diri karena Terjerat Korupsi

- detikNews
Jumat, 10 Apr 2015 13:39 WIB
Ini Para Pejabat yang Bunuh Diri karena Terjerat Korupsi
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Indonesia kembali dikejutkan dengan penangkapan anggota DPR bersama kurir berikut uang suapnya. Di luar negeri, korupsi jelas perbuatan tercela. Bahkan beberapa pejabat ini nekat bunuh diri setelah menjadi tertuduh hingga terdakwa korupsi. Siapa saja mereka?

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Eks Presiden Korsel Roh Moo-hyun

(Foto: Reuters)
Mantan Presiden Korsel Roh Moo-hyun tewas saat mendaki gunung di dekat rumahnya, Sabtu (23/5/2009). Roh bunuh diri dengan cara melompat dari bukit.

"Mantan Presiden Roh meninggalkan rumahnya pada pukul 05.45. Ketika mendaki bukit Ponghwa, dia terlihat melompat sekitar pukul 06.40," kata Moon Jae-in, kepala staf kepresidenan Roh seperti dikutip Reuters.

Roh melakukan bunuh diri diduga karena kasus korupsi yang membelitnya. Dalam beberapa minggu terakhir, Roh disebut-sebut terlibat dalam skandal korupsi yang disidik oleh aparat hukum Korsel. Istri Roh disebut-sebut juga terlibat.

Salah seorang staf di RS Busan University mengatakan Roh meninggal dengan banyak luka di kepala. Roh sebelumnya dilarikan ke RS kecil di dekat rumahnya, sebelum dibawa ke RS Busan University. Saat tiba di RS Busan University, Roh sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Pihak RS kemudian mengumumkan Roh meninggal pada pukul 08.30.

Roh menjadi presiden Korea setelah memenangi pemilih presiden pada 2002. Dia menggantikan presiden sebelumnya, Kim Dae-jung. Dia meninggalkan
tahta presiden setelah masa baktinya habis pada awal 2008.

1. Eks Presiden Korsel Roh Moo-hyun

(Foto: Reuters)
Mantan Presiden Korsel Roh Moo-hyun tewas saat mendaki gunung di dekat rumahnya, Sabtu (23/5/2009). Roh bunuh diri dengan cara melompat dari bukit.

"Mantan Presiden Roh meninggalkan rumahnya pada pukul 05.45. Ketika mendaki bukit Ponghwa, dia terlihat melompat sekitar pukul 06.40," kata Moon Jae-in, kepala staf kepresidenan Roh seperti dikutip Reuters.

Roh melakukan bunuh diri diduga karena kasus korupsi yang membelitnya. Dalam beberapa minggu terakhir, Roh disebut-sebut terlibat dalam skandal korupsi yang disidik oleh aparat hukum Korsel. Istri Roh disebut-sebut juga terlibat.

Salah seorang staf di RS Busan University mengatakan Roh meninggal dengan banyak luka di kepala. Roh sebelumnya dilarikan ke RS kecil di dekat rumahnya, sebelum dibawa ke RS Busan University. Saat tiba di RS Busan University, Roh sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Pihak RS kemudian mengumumkan Roh meninggal pada pukul 08.30.

Roh menjadi presiden Korea setelah memenangi pemilih presiden pada 2002. Dia menggantikan presiden sebelumnya, Kim Dae-jung. Dia meninggalkan
tahta presiden setelah masa baktinya habis pada awal 2008.

2. Eks Menteri Pertahanan Filipina Angelo Reyes

Darah Reyes berceceran di nisan ibundanya (Foto: AFP)
Seorang mantan panglima angkatan bersenjata Filipina yang diduga terlibat skandal korupsi besar ditemukan tewas akibat tembakan tunggal di dadanya. Media setempat menyebut Jenderal Angelo Reyes bunuh diri didepan makam ibunya dengan menembak dadanya.

Seorang petugas pengurus makam di selatan Manila di mana orangtua Reyes dimakamkan mengatakan penembakan terjadi Selasa (8/2/2011) pagi di lokasi makam. Petugas itu, seperti dikutip AFP dari radio DZBB, mengatakan Reyes mengunjungi makam bersama anak-anak dan pengawalnya.

"Dia minta anak-anaknya dan para pengawal jalan lebih dulu dan menunggu di mobil. Beberapa saat kemudian terdengar suara tembakan, dan dia (ditemukan) sudah terbaring di tanah memegang senjata," kata petugas yang tidak disebutkan namanya itu.

"Dia tewas saat sampai (di rumah sakit). Upaya menolongnya gagal... Dan hingga sekarang temuan kami (tentang sebab kematian) cuma satu luka tembak di dada," kata Menteri Kesehatan Filipina Enrique Ona kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita AFP.

Sementara dugaan bunuh diri dikuatkan oleh kepala Polisi distrik selatan Manila, Francisco Manalo. "Kesimpulan awal kami adalah tembakan bunuh diri," kata Manalo pada AFP.

Dalam sebuah acara dengar pendapat di Senat Filipina bulan ini, Jenderal Reyes disangka menilap sejumlah besar anggaran militer Filipina selama masa jabatannya selaku panglima angkatan bersenjata. Reyes juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet dari tahun 2001 hingga 2003.

Menjelang bunuh diri, nama Reyes menjadi berita utama media setelah muncul tudingan dari seorang mantan pejabat anggaran dalam tubuh militer menuding dirinya menggelapkan sejumlah besar uang negara saat menjabat sebagai panglima antara tahun 2000 hingga 2001. Reyes merupakan panglima angkatan bersenjata dibawah Presiden Joseph Estrada, yang juga dipaksa mundur sebelum masa jabatannya berakhir akibat tuduhan korupsi. Sementara Reyes menjabat sebagai menteri kabinet dibawah pemerintahan Presiden Gloria Arroyo antara tahun 2001 hingga tahun lalu.

2. Eks Menteri Pertahanan Filipina Angelo Reyes

Darah Reyes berceceran di nisan ibundanya (Foto: AFP)
Seorang mantan panglima angkatan bersenjata Filipina yang diduga terlibat skandal korupsi besar ditemukan tewas akibat tembakan tunggal di dadanya. Media setempat menyebut Jenderal Angelo Reyes bunuh diri didepan makam ibunya dengan menembak dadanya.

Seorang petugas pengurus makam di selatan Manila di mana orangtua Reyes dimakamkan mengatakan penembakan terjadi Selasa (8/2/2011) pagi di lokasi makam. Petugas itu, seperti dikutip AFP dari radio DZBB, mengatakan Reyes mengunjungi makam bersama anak-anak dan pengawalnya.

"Dia minta anak-anaknya dan para pengawal jalan lebih dulu dan menunggu di mobil. Beberapa saat kemudian terdengar suara tembakan, dan dia (ditemukan) sudah terbaring di tanah memegang senjata," kata petugas yang tidak disebutkan namanya itu.

"Dia tewas saat sampai (di rumah sakit). Upaya menolongnya gagal... Dan hingga sekarang temuan kami (tentang sebab kematian) cuma satu luka tembak di dada," kata Menteri Kesehatan Filipina Enrique Ona kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita AFP.

Sementara dugaan bunuh diri dikuatkan oleh kepala Polisi distrik selatan Manila, Francisco Manalo. "Kesimpulan awal kami adalah tembakan bunuh diri," kata Manalo pada AFP.

Dalam sebuah acara dengar pendapat di Senat Filipina bulan ini, Jenderal Reyes disangka menilap sejumlah besar anggaran militer Filipina selama masa jabatannya selaku panglima angkatan bersenjata. Reyes juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet dari tahun 2001 hingga 2003.

Menjelang bunuh diri, nama Reyes menjadi berita utama media setelah muncul tudingan dari seorang mantan pejabat anggaran dalam tubuh militer menuding dirinya menggelapkan sejumlah besar uang negara saat menjabat sebagai panglima antara tahun 2000 hingga 2001. Reyes merupakan panglima angkatan bersenjata dibawah Presiden Joseph Estrada, yang juga dipaksa mundur sebelum masa jabatannya berakhir akibat tuduhan korupsi. Sementara Reyes menjabat sebagai menteri kabinet dibawah pemerintahan Presiden Gloria Arroyo antara tahun 2001 hingga tahun lalu.

3. Eks Menteri Pertanian Korsel Im Sang-Gyu

(Foto: Korea Times)
Mantan Menteri Pertanian Korea Selatan (Korsel) ditemukan tewas di dalam mobilnya hari ini. Diduga kuat pria berumur 61 tahun itu bunuh diri setelah diinterogasi atas skandal korupsi.

Kepolisian Korsel menyatakan, Im Sang-Gyu ditemukan tewas di mobilnya di dekat rumahnya di Kota Suncheon. Polisi menemukan surat berisi pesan bunuh diri di mobil milik mantan Menteri Pertanian itu. Sejumlah arang yang terbakar juga ditemukan di dalam kendaraan.

"Penyebab kematian tampaknya keracunan karbon monoksida," ujar seorang detektif kepada kantor berita AFP, Senin (13/6/2011).

Dalam pesan terakhirnya, Im yang merupakan presiden Suncheon National University dan Menteri Pertanian dari 2007 hingga 2008, menuliskan bahwa dirinya merasa "sangat sedih dan sengsara" dan "capek dikejar-kejar".

Im saat ini sedang diinvestigasi atas dugaan menerima suap dari seorang pengusaha sebagai balasan karena telah mengatur pertemuan dengan para pejabat pemerintah dan membantunya memenangi kontrak pemerintah. Dalam pesan terakhirnya, Im menulis bahwa dirinya tidak menerima sogokan apapun.

3. Eks Menteri Pertanian Korsel Im Sang-Gyu

(Foto: Korea Times)
Mantan Menteri Pertanian Korea Selatan (Korsel) ditemukan tewas di dalam mobilnya hari ini. Diduga kuat pria berumur 61 tahun itu bunuh diri setelah diinterogasi atas skandal korupsi.

Kepolisian Korsel menyatakan, Im Sang-Gyu ditemukan tewas di mobilnya di dekat rumahnya di Kota Suncheon. Polisi menemukan surat berisi pesan bunuh diri di mobil milik mantan Menteri Pertanian itu. Sejumlah arang yang terbakar juga ditemukan di dalam kendaraan.

"Penyebab kematian tampaknya keracunan karbon monoksida," ujar seorang detektif kepada kantor berita AFP, Senin (13/6/2011).

Dalam pesan terakhirnya, Im yang merupakan presiden Suncheon National University dan Menteri Pertanian dari 2007 hingga 2008, menuliskan bahwa dirinya merasa "sangat sedih dan sengsara" dan "capek dikejar-kejar".

Im saat ini sedang diinvestigasi atas dugaan menerima suap dari seorang pengusaha sebagai balasan karena telah mengatur pertemuan dengan para pejabat pemerintah dan membantunya memenangi kontrak pemerintah. Dalam pesan terakhirnya, Im menulis bahwa dirinya tidak menerima sogokan apapun.

4. Eks PM Rumania Adrian Nastase

(Foto: BBC)
Mantan perdana menteri (PM) Rumania, Adrian Nastase, mencoba bunuh diri saat hendak dijebloskan ke penjara atas kasus korupsi. Saat polisi datang ke rumahnya untuk menggiringnya ke penjara, Nastase yang divonis 2 tahun penjara ini justru menembak dirinya sendiri.

Untungnya, pria berusia 61 tahun ini segera dilarikan ke rumah sakit dan nyawanya pun bisa diselamatkan. Dia akhirnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

"Dia dalam keadaan baik-baik saja. Dia telah sadarkan diri dan bisa membuka matanya," ujar pengacara Nastase, Ion Cazacu kepada wartawan setempat dan dilansir oleh AFP, Kamis (21/6/2012) lalu.

Setelah Nastase melalui pembebasan bersyarat setelah menjalani 2/3 hukuman 2 tahunnya, MA Rumania memutuskan Nastase mendapat hukuman 4 tahun bui karena menyuap, 3 tahun bui untuk pemerasan, demikian dilansir BBC, 6 Januari 2014. MA Rumania juga menemukan 2 pejabat Rumania lain membantu Nastase untuk mendapatkan barang-barang dari China dalam mengisi properti pribadinya tahun 2001-2004.

4. Eks PM Rumania Adrian Nastase

(Foto: BBC)
Mantan perdana menteri (PM) Rumania, Adrian Nastase, mencoba bunuh diri saat hendak dijebloskan ke penjara atas kasus korupsi. Saat polisi datang ke rumahnya untuk menggiringnya ke penjara, Nastase yang divonis 2 tahun penjara ini justru menembak dirinya sendiri.

Untungnya, pria berusia 61 tahun ini segera dilarikan ke rumah sakit dan nyawanya pun bisa diselamatkan. Dia akhirnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

"Dia dalam keadaan baik-baik saja. Dia telah sadarkan diri dan bisa membuka matanya," ujar pengacara Nastase, Ion Cazacu kepada wartawan setempat dan dilansir oleh AFP, Kamis (21/6/2012) lalu.

Setelah Nastase melalui pembebasan bersyarat setelah menjalani 2/3 hukuman 2 tahunnya, MA Rumania memutuskan Nastase mendapat hukuman 4 tahun bui karena menyuap, 3 tahun bui untuk pemerasan, demikian dilansir BBC, 6 Januari 2014. MA Rumania juga menemukan 2 pejabat Rumania lain membantu Nastase untuk mendapatkan barang-barang dari China dalam mengisi properti pribadinya tahun 2001-2004.

5. Eks Presiden Taiwan Chun Sui-bian

(Foto: Reuters)
Mantan Presiden Taiwan Chen Shui-bian dilaporkan melakukan upaya bunuh diri di dalam sel tahanannya di penjara Taichung. Dalam sebuah pernyataan Kementerian Kehakiman Taiwan mengatakan Chen Shui-bian ingin menghabisi hidupnya sendiri pada Minggu (2/6/2013) malam lalu waktu setempat.

Dia berupaya gantung diri dengan menggunakan handuk di kamar mandi penjara tetapi berhasil dihentikan oleh sipir penjara. Dia kini dilaporkan dalam kondisi stabil. Chen Shui-bian (62) pernah menjabat presiden periode 2000-2008 dan tengah menjalani masa 20 tahun penjara dalam kasus korupsi.

Chen disebut mencoba bunuh diri sebagai protes atas kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya. Dia dinyatakan bersalah melakukan korupsi karena menggunakan dana khusus kepresidenan untuk melakukan diplomasi rahasia Taiwan.

Sebelum melakukan upaya bunuh diri Chen juga beberapa kali menjalani perawatan medis akibat masalah kesehatan, termasuk sakit jantung yang dideritanya. Perkembangan terakhir, Chen Sui-bian dibebaskan bersyarat dengan alasan medis, seperti dilansir ABC Australia pada 6 Januari 2015 lalu.

5. Eks Presiden Taiwan Chun Sui-bian

(Foto: Reuters)
Mantan Presiden Taiwan Chen Shui-bian dilaporkan melakukan upaya bunuh diri di dalam sel tahanannya di penjara Taichung. Dalam sebuah pernyataan Kementerian Kehakiman Taiwan mengatakan Chen Shui-bian ingin menghabisi hidupnya sendiri pada Minggu (2/6/2013) malam lalu waktu setempat.

Dia berupaya gantung diri dengan menggunakan handuk di kamar mandi penjara tetapi berhasil dihentikan oleh sipir penjara. Dia kini dilaporkan dalam kondisi stabil. Chen Shui-bian (62) pernah menjabat presiden periode 2000-2008 dan tengah menjalani masa 20 tahun penjara dalam kasus korupsi.

Chen disebut mencoba bunuh diri sebagai protes atas kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya. Dia dinyatakan bersalah melakukan korupsi karena menggunakan dana khusus kepresidenan untuk melakukan diplomasi rahasia Taiwan.

Sebelum melakukan upaya bunuh diri Chen juga beberapa kali menjalani perawatan medis akibat masalah kesehatan, termasuk sakit jantung yang dideritanya. Perkembangan terakhir, Chen Sui-bian dibebaskan bersyarat dengan alasan medis, seperti dilansir ABC Australia pada 6 Januari 2015 lalu.

6. Senator Prancis Jean Germain

Jean Germain (kiri) menjalankan proyek 'pariwisata bermasalah' saat menjadi wali kota Tours.
Seorang senator dari Partai Sosialis di Prancis bunuh diri, hari Selasa (7/4/2015) lalu hanya beberapa jam sebelum diadili dalam kasus korupsi, demikian seperti dilansir dari BBC, Kamis (9/4/2015)

Jean Garmain oleh pengadilan didakwa secara tidak sah mengambil keuntungan dari kegiatan wisata untuk para turis China, yang memungkinkan para turis ini menggelar upacara pernikahan di tempat-tempat bersejarah di Prancis.

Para pejabat mengatakan proyek turisme untuk para wisatawan China ini dijalankan ketika Germain menjabat sebagai wali kota Tours.

Secara keseluruhan proyek ini menghabiskan dana sekitar US$815.000 termasuk pengeluaran puluhan ribu dolar untuk mendirikan ruang pamer di ajang Shanghai World Expo pada 2010 dan mengirim sejumlah delegasi ke China.

Terkait proyek ini Germain didakwa menyalahgunakan dana publik, meskipun jaksa tidak mendakwa Germain mendapatkan keuntungan pribadi.

Ia meninggalkan catatan berisi penolakan atas dakwaan jaksa dan menyalahkan media serta sistem hukum di Prancis yang ia sebut mendorong dirinya untuk bunuh diri.

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, mengatakan dirinya yakin Germain mestinya kuat dan tabah menghadapi kasus ini.

6. Senator Prancis Jean Germain

Jean Germain (kiri) menjalankan proyek 'pariwisata bermasalah' saat menjadi wali kota Tours.
Seorang senator dari Partai Sosialis di Prancis bunuh diri, hari Selasa (7/4/2015) lalu hanya beberapa jam sebelum diadili dalam kasus korupsi, demikian seperti dilansir dari BBC, Kamis (9/4/2015)

Jean Garmain oleh pengadilan didakwa secara tidak sah mengambil keuntungan dari kegiatan wisata untuk para turis China, yang memungkinkan para turis ini menggelar upacara pernikahan di tempat-tempat bersejarah di Prancis.

Para pejabat mengatakan proyek turisme untuk para wisatawan China ini dijalankan ketika Germain menjabat sebagai wali kota Tours.

Secara keseluruhan proyek ini menghabiskan dana sekitar US$815.000 termasuk pengeluaran puluhan ribu dolar untuk mendirikan ruang pamer di ajang Shanghai World Expo pada 2010 dan mengirim sejumlah delegasi ke China.

Terkait proyek ini Germain didakwa menyalahgunakan dana publik, meskipun jaksa tidak mendakwa Germain mendapatkan keuntungan pribadi.

Ia meninggalkan catatan berisi penolakan atas dakwaan jaksa dan menyalahkan media serta sistem hukum di Prancis yang ia sebut mendorong dirinya untuk bunuh diri.

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, mengatakan dirinya yakin Germain mestinya kuat dan tabah menghadapi kasus ini.
Halaman 2 dari 14
(nwk/nrl)


Berita Terkait