Untuk mencalonkan diri jadi cagub Kalsel, Adriansyah perlu dukungan parpol di luar PDIP. Sebab, PDIP hanya punya 8 kursi di DPRD Kalsel dan butuh tiga kursi lagi untuk bisa mencalonkan diri.
Salah satu parpol yang didekati Adriansyah adalah PKS, yang punya lima kursi di DPRD Kalsel. Dikutip dari website resmi PKS Kalsel www.pks-kalsel.or.id, pada tautan berita http://pks-kalsel.or.id/aad-melamar-pks-kalsel/, Jumat (10/4/2015), Adriansyah sudah melamar ke DPW PKS Kalsel untuk mendukungnya di Pilgub Kalsel 2015. Adriansyah melamar PKS ditemani anak dan istrinya serta fungsionaris PDI Perjuangan pada 6 Maret 2015 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangannya kepada media saat itu, Ibnu Sina menilai Adriansyah mempunyai visi dan misi yang sama dengan PKS Kalsel. Menyambut pernyataan Ibnu Sina, Adriansyah yakin lamarannya akan diterima oleh PKS.
Namun memang hingga saat ini PKS belum memutuskan mendukung Adriansyah. Ada dua calon lain yang juga melamar PKS. Dengan penangkapan ini, hampir dipastikan PKS tak akan mencalonkan Adriansyah. "Arahan ketum, dahulukan kader," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Jumat (10/4/2015). Mardani sebenarnya belum tahu soal lamaran Adriansyah ke DPW PKS Kalsel. Namun dia menegaskan PKS akan lebih mendahulukan kader PKS.
(tor/ndr)











































